Daerah  

Bupati Buton Tengah Paparkan Potensi Ekonomi Biru, Usulkan 100 Keramba Jaring Apung

Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari melakukan audiensi dengan Menteri Transmigrasi, Muh. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari melakukan audiensi dengan Menteri Transmigrasi, Muh. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

JAKARTA-Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari melakukan audiensi dengan Menteri Transmigrasi, Muh. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Azhari memaparkan potensi pengembangan ekonomi biru (blue economy) berbasis transmarine yang dinilai memiliki prospek besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Buton Tengah.

Audiensi berlangsung di sela agenda Rapat Pimpinan Tinggi (Rapim) Kementerian Transmigrasi. Meski di tengah padatnya agenda kementerian, Menteri Transmigrasi memberikan waktu khusus untuk mendengarkan paparan yang disampaikan Bupati Buton Tengah.

Dalam kesempatan itu, Dr. Azhari mengusulkan pengadaan 100 unit keramba jaring apung sebagai tahap awal atau pilot project pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Program tersebut diharapkan menjadi model pengembangan sektor perikanan budidaya yang berkelanjutan sekaligus mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Transmigrasi menyatakan dukungannya dan langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk menindaklanjuti proposal yang telah diajukan. Pembahasan teknis pelaksanaan akan segera dilakukan guna mempercepat realisasi program.

Selain itu, Sekretaris Jenderal bersama Direktur Jenderal di lingkungan Kementerian Transmigrasi dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Buton Tengah pada pekan depan.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau kesiapan lokasi, melakukan survei lapangan, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait implementasi program.

Bupati Azhari berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pengembangan kawasan ekonomi biru di Buton Tengah. Menurutnya, potensi sumber daya kelautan yang dimiliki daerah tersebut perlu dikelola secara optimal melalui program yang terencana, berkelanjutan, dan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Apabila program ini terealisasi, Buton Tengah berpeluang menjadi salah satu kawasan percontohan pengembangan ekonomi biru di Indonesia bagian tengah.

Kehadiran program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas sektor kelautan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (*)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *