PADANG PARIAMAN-Kadis Kominfo Padang Pariaman, Roza Suhendra angkat bicara terkait wacana pergantian nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandara Syekh Burhanudin.
Dia mengatakan, hal itu baru sebatas gagasan dan belum menjadi keputusan perubahan nama yang dilontarkan Bupati Padang Pariaman Jhon Kendy Aziz.
Hal itu diungkapkan Roza Suhendra menjawab pertanyaan wartawan media ini, Minggu (27/9/2026) di Pariaman.
Dikatakan, wacana perubahan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang disampaikan Bupati Jhon Kendy Aziz tujuan nya untuk mengangkat dan mempertahankan tokoh sejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan masyarakat Minangkabau Syekh Burhanudin.
Disampaikan, gagasan ini juga melihat sejumlah bandara udara di Indonesia menggunakan nama yang memiliki sejarah.
Lagi pula prosesnya tentu panjang harus melalui kajian, pembahasan, serta mekanisme dan kewenangan yang berlaku.
“Bandara Internasional Minangkabau (BIM) merupakan pintu gerbang Sumatera Barat, tentu aspirasi dan pandangan masyarakat Sumatera Barat secara luas perlu diperhatikan,” ujarnya.
Disampaikan juga mengenai tanggapan masyarakat yang beragam, termasuk adanya komentar yang kurang tepat terhadap Bupati Padang Pariaman Jhon Kendy Aziz, pemkab melihatnya sebagai bagian dari dinamika di ruang publik.
“Kita dari Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menghargai perbedaan pendapat dan tidak bermaksud membatasi masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya,” kata Roza lagi.
“Yang terpenting, kita jaga agar diskusinya tetap dalam koridor yang santun dan kondusif,” tambahnya. (AMD)













