BUTON TENGAH-Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Tengah mengintensifkan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di halaman Kantor Camat Sangia Wambulu, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan yang diikuti tenaga kesehatan dan masyarakat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen bersama dalam menekan angka stunting sekaligus mencegah penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes yang berisiko menyebabkan gagal ginjal kronis.
Dalam sosialisasi tersebut, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Buton Tengah, dr. Muhammad Irsad Badaru, menjelaskan lima pilar utama PHBS, yakni mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi seimbang berbasis potensi lokal, rutin beraktivitas fisik, menjaga sanitasi lingkungan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Ia menegaskan bahwa kepatuhan mengonsumsi obat bagi penderita hipertensi dan diabetes sangat penting. Menurutnya, obat tidak hanya berfungsi mengendalikan penyakit, tetapi juga melindungi ginjal dari kerusakan permanen.
“Jangan mudah percaya pada mitos yang menyebut obat hipertensi atau diabetes merusak ginjal. Justru obat tersebut membantu mencegah kerusakan ginjal yang dapat berujung pada gagal ginjal kronis dan mengharuskan pasien menjalani cuci darah seumur hidup,” ujarnya.
Selain memberikan edukasi mengenai penyakit tidak menular, Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat, terutama kelompok lanjut usia (lansia), agar menyesuaikan intensitas olahraga dengan kondisi fisik untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, termasuk kematian mendadak saat beraktivitas.
Masyarakat juga didorong memanfaatkan layanan skrining kesehatan gratis di seluruh Puskesmas sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai penyakit.
Melalui penerapan PHBS secara konsisten di lingkungan keluarga dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah berharap dapat membangun ekosistem hidup sehat yang berkelanjutan, menekan angka stunting, serta melahirkan generasi yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas. (*)













