MUARA BUNGO–Pemerintah Kabupaten Bungo terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola keuangan desa yang transparan, akuntabel dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pembukaan workshop evaluasi pengelolaan keuangan dan pembangunan desa 2026 yang berlangsung di aula kantor bupati, Jumat (31/7/2026).
Workshop mengusung tema “tata kelola keuangan desa yang berkualitas dalam rangka peningkatan kemandirian desa yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat desa.”
Kegiatan dibuka Bupati Dedy Putra dan dihadiri anggota DPD RI Hj. Elviana sebagai narasumber.
Hadir pula perwakilan Kementerian Desa, BPKP Provinsi Jambi, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta Datuk Rio (kepala desa) se-Kabupaten Bungo.
Bupati Dedy Putra menegaskan, integritas dan profesionalisme aparatur desa merupakan kunci utama dalam mengelola anggaran negara, khususnya dana desa.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa sangat ditentukan oleh tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
“Pengelolaan keuangan desa yang baik merupakan kunci keberhasilan pembangunan desa. Karena itu, seluruh pemerintah desa harus terus meningkatkan kapasitas, menjaga integritas, serta mengedepankan prinsip akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan program,” ujar Dedy Putra.
Ia menambahkan, dana desa harus benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur dasar, maupun program pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Elviana menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur desa serta efisiensi dalam pemanfaatan dana desa agar pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Transparansi dan akuntabilitas adalah fondasi utama agar dana desa benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami di DPD RI terus mengawal kebijakan serta pengawasan alokasi dana desa agar penggunaannya tepat sasaran. Desa tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus mampu berdiri mandiri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegas Elviana yang dikutip dari bungokab.go.id. (*)













