Daerah  

Belasan Penerima MBG di Jember Alami Gangguan Kesehatan, Satgas Turun Selidiki Dugaan Keracunan

Salah satu penerima MBG yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Sukorejo di Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026). Siswa SD tersebut menjalani perawatan medis setelah menyantap menu MBG, Selasa (14/7/2026). (Foto: M. Yunus)
Salah satu penerima MBG yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Sukorejo di Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026). Siswa SD tersebut menjalani perawatan medis setelah menyantap menu MBG, Selasa (14/7/2026). (Foto: M. Yunus)

JEMBER-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember menjadi sorotan. Belasan penerima manfaat yang mendapat pasokan makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Karangsono, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG, Selasa (14/7/2026).

Data sementara yang dihimpun menyebutkan, penerima manfaat yang mengeluhkan kondisi kesehatannya terdiri atas tujuh murid taman kanak-kanak (TK), seorang wali murid, sejumlah siswa sekolah dasar, serta beberapa balita peserta posyandu.

Mereka mengalami gejala yang hampir serupa, mulai dari diare, mual, sakit perut, pusing, hingga tubuh terasa lemas beberapa jam setelah mengonsumsi makanan.

Salah seorang penerima keluhan, Siti Munawaroh, mengaku ikut menyantap dua porsi makanan MBG yang semula diperuntukkan bagi kedua anaknya yang bersekolah di SDN Karangsono 01 dan TK setempat.

Menurut Siti, menu yang diterima berisi nasi, orek tempe, telur puyuh, tumis jagung, dan buah anggur. Ia mengaku mencium bau tidak sedap dari telur puyuh yang disajikan.

“Telurnya bau. Saya sempat mencucinya, tetapi tetap dimakan,” ujarnya.

Tak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, Siti mulai merasakan diare, sakit perut, pusing, dan tubuhnya lemas. Keluhan serupa juga dilaporkan dialami sejumlah siswa TK, murid SD, hingga balita penerima MBG lainnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian pasien menjalani perawatan di Puskesmas Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari.

Sementara itu, sejumlah korban lainnya mendapat penanganan di Klinik Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, serta Puskesmas Paleran, Kecamatan Umbulsari. Beberapa pasien bahkan telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan awal.

Hingga Kamis (16/7/2026), jumlah pasti penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan masih menunggu pendataan dan verifikasi dari instansi terkait.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dapur SPPG 1 Karangsono, Bagus, belum bersedia memberikan penjelasan lebih jauh mengenai dugaan tersebut.

“Untuk sementara saya belum bisa memberikan keterangan. Besok kami bersama tim Satgas akan melakukan observasi terlebih dahulu,” katanya.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kabupaten Jember yang juga Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, membenarkan bahwa laporan dugaan keracunan telah diterima sejak Selasa malam.

Menurut Fauzi, Camat Bangsalsari selaku koordinator kecamatan MBG telah melaporkan kejadian tersebut kepada dirinya dan Bupati Jember, Muhammad Fawait.

“Bupati sangat menyesalkan kejadian ini dan langsung menginstruksikan agar seluruh korban mendapatkan penyelamatan serta pelayanan kesehatan terbaik secara gratis,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).

Bupati juga memerintahkan camat untuk turun langsung memastikan kondisi para korban sekaligus mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab gangguan kesehatan.

Pada hari yang sama, Tim Satgas MBG dijadwalkan turun ke lokasi guna melakukan observasi dan memastikan penyebab kejadian secara menyeluruh.

Hingga berita ini ditulis, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat. Dugaan keracunan masih menunggu hasil observasi lapangan, pemeriksaan medis, serta penyelidikan dari pihak berwenang. (rus)



Kunjungi Kami di Google News:

google news
Exit mobile version