AGAM-Upaya Pemerintah Kabupaten Agam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat rentan kembali mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
Melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Kementerian Sosial RI, ratusan warga di Kabupaten Agam menerima berbagai bantuan sesuai kebutuhan mereka.
Bantuan tersebut disalurkan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi selama dua hari, 7–8 Juli 2026. Penyaluran menyasar masyarakat di tiga kecamatan, masing-masing Lubuk Basung, Tanjung Raya, dan IV Koto.
Penerima manfaat berasal dari kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan sosial, di antaranya penyandang disabilitas, lanjut usia, anak-anak, serta keluarga yang berada pada kondisi sosial ekonomi rentan.
Kehadiran tim STPL Pangudi Luhur Bekasi di Kabupaten Agam disambut Kepala Dinas Sosial, Villa Erdi bersama jajaran pemerintah daerah, tim kemudian melakukan pendampingan sekaligus memastikan bantuan diterima masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.
Kepala rombongan STPL Pangudi Luhur Bekasi, Tami, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Agam selama proses penyaluran bantuan.
Menurutnya, keterlibatan Dinas Sosial dan jajaran pemerintah daerah sangat membantu kelancaran pelaksanaan program, terutama dalam proses pendampingan dan menjangkau penerima manfaat di masing-masing wilayah.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Agam, khususnya Dinas Sosial, yang telah menyambut dan mendampingi kami selama kegiatan. Sinergi yang baik ini membuat seluruh rangkaian penyaluran bantuan berjalan lancar,” ujarnya.
Program ATENSI sendiri tidak sekadar memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Program tersebut merupakan bentuk rehabilitasi sosial yang dirancang berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
Sebelum menerima bantuan, calon penerima terlebih dahulu melalui proses asesmen dan verifikasi berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) Kementerian Sosial RI. Prioritas diberikan kepada masyarakat yang berada pada kelompok Desil 1 dan Desil 2 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Bentuk bantuan yang disalurkan cukup beragam, mulai dari kebutuhan dasar, paket nutrisi, perlengkapan kamar tidur dan dapur, perlengkapan sekolah, bantuan kewirausahaan, hingga alat bantu bagi penyandang disabilitas.
Di Kecamatan Lubuk Basung, sebanyak 159 penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa dukungan kewirausahaan, alat bantu bagi penyandang disabilitas, serta bantuan kebutuhan dasar untuk menunjang kehidupan yang layak.
Sementara itu, di Kecamatan Tanjung Raya, bantuan disalurkan kepada 78 penerima manfaat. Penyerahan bantuan di wilayah tersebut turut dihadiri Asisten I Setdakab Agam, Yunilson SSos yang mewakili Bupati Agam bersama jajaran pemerintah daerah.
Adapun penyaluran di Kecamatan IV Koto dilaksanakan pada 8 Juli 2026. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah kecamatan, wali nagari, pendamping sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).
Wali Nagari Koto Panjang, Drs Yunarson, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kementerian Sosial RI serta Pemerintah Kabupaten Agam. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami yang benar-benar membutuhkan,” katanya.
Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah, mengatakan bantuan ATENSI merupakan bagian dari upaya bersama dalam memenuhi amanat konstitusi untuk menghadirkan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, perlindungan sosial harus diberikan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan, terutama kepada kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan dan membutuhkan dukungan lebih besar.
“Alhamdulillah, Kabupaten Agam kembali memperoleh bantuan ATENSI dari Kementerian Sosial RI melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi. Bantuan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap penyandang disabilitas, lansia, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya,” ujar Benni Warlis.
Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban penerima manfaat, tetapi juga menjadi dorongan untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup mereka.
Berbagai bantuan yang diberikan, seperti kursi roda dan alat bantu disabilitas, dukungan kewirausahaan, perlengkapan sekolah, paket nutrisi, serta kebutuhan rumah tangga, dinilai dapat memberikan manfaat langsung sekaligus membuka peluang bagi penerima untuk menjalani kehidupan secara lebih mandiri.
“Semoga bantuan ini mampu memberikan semangat baru, meningkatkan kemandirian penerima manfaat, serta membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada STPL Bekasi yang terus memberikan perhatian kepada masyarakat Kabupaten Agam. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat dipertahankan dan diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh manfaat dari program ATENSI.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi yang terus memberikan perhatian kepada masyarakat Kabupaten Agam. Semoga kerja sama ini terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang membutuhkan dapat merasakan manfaat program ATENSI di masa mendatang,” ungkapnya.
Pelaksanaan program tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memberikan pelayanan sosial.
Pemerintah kabupaten, Kementerian Sosial, sentra rehabilitasi sosial, pemerintah kecamatan dan nagari, hingga para pendamping sosial memiliki peran masing-masing dalam memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang tepat.
Pemkab Agam pun berkomitmen melanjutkan penguatan perlindungan sosial melalui pemutakhiran data masyarakat rentan, perluasan akses pelayanan, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah pusat.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, bantuan sosial diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi mampu menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih mandiri, berdaya dan sejahtera. (HR)













