PADANG-Angkutan mudik sebentar lagi. Tinggal hitungan hari, perantau akan pulang ke kampung halaman. Perusahaan otobus akan kerahkan armada tambahan. Armada itu diambil dari unit pariwisata.
Sumatera Barat merupakan daerah wisata. Tak ada tambang mineral besar maupun gas di provinsi tersebut. Sumatera Barat memiliki nilai lebih berupa panorama alam yang bisa dijual untuk sektor pariwisata.
Musim mudik telah tiba. Saatnya, silaturahim dengan keluarga dan menikmati keindahan alam dengan jalan-jalan. Banyak bus pariwisata yang siap mengantarkan ke beragam destinasi wisata.
Sumatera Barat memiliki gunung, kebun teh, hamparan persawahan, danau, ngarai, air terjun dan lain sebagainya. Provinsi ini juga punya destinasi wisata air panas.
Selain alam, Sumatera Barat memiliki destinasi wisata sejarah, budaya, tradisi, alek nagari dan lain sebagainya. Ada pula wisata minat khusus. Potensi itu juga layak dijual kepada wisatawan.
Satu hal lagi, Sumatera Barat merupakan daerah yang kaya kuliner. Siapa yang tak kenal dengan nasi kapau, rendang, tambusu, los lambuang, sate, dendeng batokok dan lain sebagainya.
Potensi-potensi wisata itu dimanfaatkan oleh pengusaha dengan menyediakan armada pariwisata. Banyak angkutan wisata di Sumbar. Mulai dari bus besar hingga jasa travel.
Di Sumatera Barat, juga ada perusahaan otobus pariwisata yang terafiliasi dengan bus antar kota antar provinsi (AKAP). Bus-bus yang terafiliasi itu adalah, NPM memiliki Vircansa yang berpusat di Padang Panjang.
Lalu, ANS memiliki Nyaman Holiday yang berpusat di Padang. Bus ini gunakan karoseri Laksana dan Adiputro, beda dengan ANS yang selalu setia dengan Morodadi Prima.
Sementara Gumarang Jaya yang memiliki divisi pariwisata, Vido Trans Nusa.
Bus Miyor yang merupakan pendatang baru juga memiliki divisi pariwisata yang berpusat di Sumbar dan punya garase di Riau. Miyor Holiday segera rilis bus baru. Bus baru itu rakitan New Armada dengan bodi skylander.
Bus lain yang memiliki divisi pariwisata adalah Gumarang Jaya yang memiliki Vido Trans.
Ketika penumpang sedang ramai-ramainya, maka divisi pariwisata itu dikerahkan untuk membantu armada reguler, seperti pada masa arus mudik dan balik dari Sumbar ke Jakarta sekarang. (*)













