JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto menyebut, pelaku usaha penggilingan padi raih laba Rp2 triliun sebulan. Angka yang sangat fantastis. Angka itu melebihi laba yang didapatkan perusahaan raksasa di Indonesia, seperti HM Sampoerna (HMSP) dan Gudang Garam (GGRM).
Dua perusahaan itu merupakan perusahaan raksasa. Siapa yang tak kenal dengan produsen rokok Sampoerna dan Gudang Garam. Perusahaan itu memperkerjakan ribuan orang serta telah menembus pasar ekspor. Laba mereka dihitung sekali setahun dan diumumkan terbuka sebab perusahaan tersebut terdaftar di bursa.
Ternyata, hebat juga usaha penggilingan padi. Bila cuan Rp2 triliun sebulan, maka setahun Rp24 triliun. Berdasarkan catatan Danantara Indonesia, PT Pertamina (Persero) berhasil membukukan laba Rp24,9 triliun per April 2026. Dengan demikian, usaha penggilingan padi bisa meraih laba yang bisa mendekati laba Pertamina.
“Kasihan kita pada Presiden Prabowo Subianto. Salah mulu ketika pidato,” kata seorang warga Padang, Andri Chaniago, Rabu (29/7/2026). Dia kasihan pada presiden yang telan h mentah-mentah informasi yang entah siapa yang memberi laporan itu.
Menurut dia, harusnya presiden mengolah dulu laporan anak buah. Masuk logika atau tidak. Harusnya pula, presiden tak menyampaikan hal-hal yang di luar nalar secara terbuka melalui pidato.
Presiden bisa saja salah baca data. Bisa juga salah tafsir. Namun, ketika sudah disampaikan kepada publik, maka akan jadi kontroversi dan bahan olok-olok.
Pesan orang-orang tua zaman dulu, ongok dan engak jangan diperlihatkan ke orang lain. Jadi, hati-hati kalau bicara. Masyarakat juga harus pula selektif dengan pidato-pidato yang beredar di media social. Bisa pula pidato itu telah diedit, sehingga makna jadi berbeda. Namun, semua pihak harus cek dan ricek dan jangan gampang menjatuhkan vonis. (*)













