JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto menyebut, pelaku usaha penggilingan padi raih laba Rp2 triliun sebulan. Angka yang sangat fantastis.
Angka itu melebihi laba yang didapatkan perusahaan raksasa di Indonesia, seperti HM Sampoerna (HMSP) dan Gudang Garam (GGRM).
Prabowo menyampaikan, laba penggilingan padi sebanyak itu berdasarkan laporan yang ia terima dari anak buahnya.
Menanggapi pernyataan Presiden Prabowo itu, petani di Padang, Iyih, Kamis (30/7/2026) menyebutkan, kalau memang bisa menghasilkan banyak uang, saatnya IKN yang ada di Kalimantan dijadikan pusat penggilingan padi nasional.
“Jalan di sana bagus dan lebar, cocok untuk menjemur gabah,” kata dia.
Ditambahkan, di sana juga banyak gedung-gedung bagus, cocok untuk menyimpan padi. “Biar pemerintah tahu berapa untung yang bisa didapat dari usaha penggilingan padi,” kata dia.
Dikatakannya, kalau satu penggilingan bisa raup laba Rp2 triliun, bikin saja agak 200 unit penggilingan di sana. “Nah, rakyat akan sejahtera kalau uang sebanyak itu dipergunakan untuk kepentingan rakyat,” katanya.
Iyih pun bikin hitung-hitungan, Rp2 triliun dikalikan 200, sama dengan Rp400 triliun sebulan. Kemudian, dikalikan lagi dengan 12 guna mencari akumulasi penghasilan setahun, hasilnya adalah Rp4.800 triliun.
Hebat juga Iyih berhitung. Lalu, ketika ditanya berapa 2+8, Iyih menyebut, “11.”
Ditanya lagi, berapa 2+11, Iyih menyebut, “13.”
Kemudian ditanya lagi berapa 10+6, dia menjawab, “17.”
Mantap Pak Iyih. (I*)












