PADANG PARIAMAN-Masih seputar wacana pergantian nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang diapungkan Bupati Padang Pariaman Jhon Kendy Aziz menjadi Bandara Syekh Burhanudin.
Hendri Gusvira, salah seorang warga Padang Pariaman mengatakan, Jhon Kendy Aziz Bupati Padang Pariaman dangkal dalam memahami sejarah.
Hal itu diungkapkan Hendri Gusvira, Jumat (25/6/26) malam dalam wawancara khusus melalui telepon selulernya.
Menurut Hendri Gusvira, penetapan nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sudah melalui proses panjang dengan dialog di tingkat provinsi semasa Gubernur Irwan Prayitno pada 2025.
Waktu itu, banyak nama tokoh masyarakat Sumatera Barat yang dimunculkan seperti Bung Hatta, Imam Bonjol, Azwar Anas dan lain sebagainya.
Akhirnya jatuh ke nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan nama itu sudah mewakili daerah Sumatera Barat.
Disampaikan Hendra, Jhon Kendy Aziz tidak banyak tahu tentang sejarah di Padang Pariaman termasuk Sumatera Barat, karena dia besar di Jakarta, sehingga dia tidak pernah memahami sejarah di Padang Pariaman, kini dengan mengganti nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dia bisa orang merusak sejarah.
“Salah contoh pemberian nama RSUD Parit Malintang menjadi RSUD Muslim Kasim dan nama Masjid IKK menjadi Masjid Ali Mukhni. Ada yang lebih pantas H. Anas Malik daripada Musim Kasim. Nama Syekh Burhanudin lebih pantas dan tepat untuk nama Masjid IKK, bukan nama Ali Mukhni,” ujar nya.
Sebelum nya, Bandara Internasional Minangkabau (BIM) bernama Minangkabau Internasional Airport (MIA) karena MIA sudah terdaftar di IATA sebagai call name resmi Bandara Miami di AS.
“Makanya disepakati nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Kini malah mau diganti lagi dengan Syekh Burhanudin. Terlihat di situ kedangkalan Jhon Kendy Aziz dalam memahami sejarah.
Lebih lanjut disampaikan, kalau memang Jhon Kendy Aziz mau mengganti nama juga, coba ganti nama jalan Tol Sicincin Padang menjadi jalan Tol Padang Pariaman.
Karena jalan Tol Sicincin Padang tidak ada terletak di wilayah Kota Padang. Sepanjang jalan Tol Sicincin-Padang, hanya berada dalam wilayah Kabupaten Padang Pariaman.
Sementara itu, Anesa Satria melihat viral informasi di beranda medsos tentang wacana pergantian nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandara Syekh Burhanudin yang digagasBupati Padang Pariaman Jhon Kendy Aziz, mencoba membuat survei kecil-kecilan selama dua hari hasil yang setuju untuk berganti nama hanya 5 parsen 75 parsen menyatakan tidak setuju dan yang menjawab tidak tahu 20 parsen. (AMD)












