Daerah  

Tak Hanya Akademik, SD Muhammadiyah Payakumbuh Siapkan Kelas Digital dan Cetak Siswa Berprestasi

Kepala SD Muhammadiyah Payakumbuh, Antonius Budiarto, S.T., Gr.
Kepala SD Muhammadiyah Payakumbuh, Antonius Budiarto, S.T., Gr.

PAYAKUMBUH-Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Payakumbuh menyambut tahun ajaran 2026/2027 dengan sejumlah target baru. Peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kompetensi guru, perluasan keikutsertaan siswa dalam berbagai perlombaan, hingga rencana menghadirkan kelas digital menjadi fokus pengembangan sekolah.

Optimisme tersebut turut didukung oleh meningkatnya jumlah siswa baru. Pada tahun ajaran 2025/2026, sekolah menerima 42 siswa baru. Tahun ini, jumlahnya bertambah menjadi sekitar 57 siswa.

Dengan penambahan 15 orang, jumlah siswa baru SD Muhammadiyah Payakumbuh meningkat sekitar 35,7 persen atau dibulatkan menjadi 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala SD Muhammadiyah Payakumbuh, Antonius Budiarto, S.T., Gr., mengatakan sekolah menargetkan peningkatan mutu pendidikan yang semakin terukur, baik dari sisi proses pembelajaran, kualitas tenaga pendidik maupun prestasi peserta didik.

“Target kami adalah mendorong SD Muhammadiyah Payakumbuh mencapai standar pendidikan yang semakin unggul, baik dari sisi pembelajaran, kualitas guru maupun prestasi peserta didik,” kata Antonius, Senin (29/6/2026).

Pada tahun ajaran baru ini, pihak sekolah juga berencana membuka ruang yang lebih luas bagi siswa untuk mengikuti berbagai perlombaan resmi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Kami akan mencoba mengikuti berbagai perlombaan yang diselenggarakan secara kedinasan. Kami ingin anak-anak mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan mengukir prestasi,” ujarnya.

Menurut Antonius, upaya meningkatkan prestasi siswa harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas tenaga pendidik. Guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membimbing serta mengenali potensi setiap peserta didik.

“Kami ingin memperkuat kapasitas guru agar menjadi guru-guru hebat yang mampu melahirkan anak-anak didik yang hebat,” tuturnya.

Untuk menghadapi bertambahnya jumlah peserta didik, Antonius memastikan ketersediaan tenaga pendidik di SD Muhammadiyah Payakumbuh masih mencukupi. Para guru merupakan lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar atau PGSD dan telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru.

“Untuk tenaga pendidik saat ini mencukupi. Mereka merupakan lulusan PGSD dan sudah mengikuti Pendidikan Profesi Guru atau PPG,” jelasnya.

Penerapan sistem full day school juga menjadi salah satu pertimbangan orang tua memilih SD Muhammadiyah Payakumbuh. Sistem tersebut dinilai memberikan waktu yang lebih luas bagi sekolah untuk memadukan pembelajaran akademik dengan pendidikan agama, pembentukan karakter dan pembiasaan etika.

Salah seorang wali murid baru mengaku memilih SD Muhammadiyah Payakumbuh karena menginginkan pendidikan yang seimbang bagi anaknya.

“Kami memilih SD Muhammadiyah Payakumbuh karena menerapkan sistem full day school. Kami berharap anak kami tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik yang baik, tetapi juga memiliki pemahaman agama, etika, disiplin dan karakter yang kuat,” ujarnya.

Menurut wali murid tersebut, pendidikan dasar tidak hanya berfungsi meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung, tetapi juga menjadi fondasi dalam membentuk sikap serta kepribadian anak.

“Sebagai orang tua, kami tentu ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, santun dan memiliki pegangan agama. Karena itu, keseimbangan antara akademik dan pembentukan karakter menjadi pertimbangan utama kami dalam memilih sekolah,” tambahnya.

Semangat berprestasi para siswa juga tetap terlihat selama masa libur sekolah. Dalam Kejuaraan Pencak Silat Rektor UNP Championship, SD Muhammadiyah Payakumbuh berhasil meraih juara umum III kategori pemasalan.

Prestasi lain datang dari salah seorang siswa yang bergabung dengan sekolah sepak bola atau SSB. Bersama timnya, siswa tersebut berhasil meraih juara III dalam ajang Sumbar Talenta League.

“Walaupun masih dalam masa libur, semangat anak-anak kami untuk berlatih dan mengikuti kompetisi patut diapresiasi. Alhamdulillah, mereka mampu meraih prestasi,” ungkap Antonius.

Selain mendorong prestasi akademik dan nonakademik, pihak sekolah juga sedang mengupayakan kehadiran kelas digital. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran agar semakin interaktif, efektif dan selaras dengan perkembangan teknologi.

“Kami sedang mengupayakan hadirnya kelas digital di SD Muhammadiyah Payakumbuh. Kehadirannya diharapkan dapat membantu guru dan siswa menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik,” tutupnya. (jnd)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *