Daerah  

Desah Panjang ASN Pemkab Kuansing: Sakik Utak Ambo, Hilal TPP Belum Juga Tampak

Ilustrasi uang. (kompas.com)
Ilustrasi uang. (kompas.com)

KUANSING-Sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing mengaku tambahan penghasilan pegawai (TPP) belum juga diterima. Sudah hampir enam bulan hilal TPP akan cair belum juga tampak.

Sakik utak ambo kini,” kata seorang ASN seraya mengisap rokok dalam-dalam. Setelah itu, asap mengepul dari mulut ASN itu.

Dia menambahkan, banyak kewajiban yang belum ditunaikan gara-gara TPP belum kunjung cair itu. Kata dia, apa boleh buat, sekarang keadaan memang lagi payah. Efisiensi anggaran memang berbuntut panjang.

Dia bercerita panjang lebar soal kondisi ekonominya empat bulan belakangan. “Agak pahit, walau tak miskin-miskin amat,” katanya.

Seorang ASN ini tak mau namanya ditulis. Dia tak habis pikir, sampai TPP tak dibayarkan.

Dia menyebutkan, di satu sisi ia bersyukur karena memiliki pekerjaan yang bagus. Namun, di sisi lain, TPP itu merupakan hak yang wajib diterima.

“Itu diatur dalam aturan. Kalau tak ada pitih untuk membayar, seyogianya aturan itu diubah. Biar hidup ini tak berharap lagi,” katanya.

Dia mengaku, mandeknya penyaluran TPP baru terjadi pada tahun ini. Pada tahun-tahun sebelumnya, TPP yang diberikan selalu lancar.

“Iya belum cair TPP sejak Mei sampai sekarang, totalnya sudah enam bulan belum kita terima. Ini sudah masuk Oktober, jadi sudah mau lima bulan TPP belum kita terima,” ujar ASN lainnya.

Jadi, sabar-sabar sajalah. Kalau duitnya sudah ada, TPP itu pasti cair. Kalau cair lima sekaligus, maka rekening pun bisa meletus kencang,

Belum cairnya TPP itu bukan cuma berdampak pada ASN, tapi juga masyarakat.

Pedagang juga turut merasakan. Hal itu dirasakan pedagang di Teluk Kuantan. Perputaran ekonomi pedagang turut didorong belanja yang pegawai rutin belanja, sementara sekarang ASN kencangkan ikat pinggang.

Apakah semua ASN belum terima TPP, entahlah, mana tahu ada yang sudajh dicicil, sementara yang lain haru menunggu. Jadi, banyak sabar, dunsanak. (Ridho)



Kunjungi Kami di Google News:

google news
Exit mobile version