KUANSING-Kapolsek Cerenti, AKP Benny A. Siregar terus mengimbau masyarakat untuk tidak merusak lingkungan aliran Sungai Kuantan, tepatnya di Desa Pulau Bayur. Ada indikasi, aktivitas PETI terus berlangsung hingga kini.
Kapolsek Benni A, menjelaskan, pihaknya sudah berkali-kali melakukan penertiban di Pulau Bayur Cerenti.
“Tapi 50 rakit dompeng tetap membandel. Pagi ini, saya bersama seluruh personel Polsek Cerenti melaksanakan razia ke titik lokasi Pulau Bayur,” jelasnya, Jumat (26/9/2025).
Kapolsek menegaskan komitmen dalam memberantas PETI yang tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi aktivitas ilegal ini. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan berkelanjutan. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pemberantasan PETI dengan tidak terlibat atau mendukung kegiatan tersebut,” kata kapolsek.
Selain penegakan hukum, Polres Kuansing juga mengedepankan langkah-langkah preventif melalui sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami ingin masyarakat memahami PETI bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak negatif bagi lingkungan dan kehidupan sosial,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipatif, kapolsek mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas PETI serta segera melaporkan jika menemukan kegiatan ilegal tersebut.
“Ini adalah bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga ketertiban serta kelestarian lingkungan di wilayah hukum Mapolsek Cerenti, sesuai dengan instruksi Pak Kapolda Riau,” kata dia.
Kapolsek menambahkan, Polsek Cerenti sangat kesulitan dalam penindakan aktivitas dompeng di aliran Sungai Kuantan, tepatnya di Pulau Bayur yang diakibatkan keterbatasan personel. “Yang kami hadapi di lapangan ada ibu-ibu yang membawa anak kecil dengan alasan masalah kebutuhan ekonomi yang menghadang anggota Polsek Cerenti di lokasi,” kata dia.
Mapolsek Cerenti belum ada anggota polwan untuk menghadapi ibu-ibu di lapangan. “Hal ini sudah saya sampaikan juga dengan Pak Kapolres Kuansing, soal keterbatasan personil, kalau menghadapi wanita ini sangat sulit,” terangnya. (Ridho)













