opini  

Fermentasi Batang Pisang Sebagai Inovasi Pakan Murah Peternakan

Batang pisang
Batang pisang

Pentingnya Pakan dalam Usaha Peternakan

Pakan merupakan faktor yang sangat menentukan dalam usaha peternakan. Biaya pakan bisa mencapai sekitar 60–70% dari total biaya produksi. Kondisi ini sering menjadi kendala utama bagi peternak, terutama skala kecil, karena harga pakan konsentrat cukup mahal dan cenderung naik.

Di sisi lain, ketersediaan hijauan sebagai pakan utama ternak ruminansia juga tidak selalu mencukupi. Pada musim kemarau, banyak wilayah mengalami kekurangan hijauan akibat pertumbuhan rumput terhambat.

Sementara itu, di daerah dengan lahan pertanian yang padat, hijauan semakin sulit didapat karena lahan lebih banyak digunakan untuk tanaman pangan.

Batang Pisang Sebagai Alternatif

Salah satu limbah pertanian yang potensial adalah batang pisang (Musa paradisiaca). Indonesia termasuk salah satu negara dengan produksi pisang yang tinggi, mencapai lebih dari 8 juta ton per tahun, sehingga limbah batang pisang juga melimpah.

Selama ini, batang pisang sering hanya dibiarkan membusuk atau dibakar, padahal kandungan biomassa cukup besar dan bisa dimanfaatkan sebagai pakan tambahan ternak. Masalahnya, batang pisang segar memiliki kadar air tinggi dan serat kasar yang sulit dicerna. Oleh karena itu, perlu diolah terlebih dahulu. Salah
satu cara yang dapat dilakukan adalah fermentasi.

Dengan fermentasi, tekstur batang pisang menjadi lebih lunak, aromanya lebih segar, dan kandungan nutrisinya lebih mudah dimanfaatkan
oleh ternak.

Cara Fermentasi Batang Pisang

  1. Limbah batang Pisang dikumpulkan
  2. Batang pisang dicacah secara manual dengan ukuran 2-5 cm.
  3. Batang pisang yang sudah dicacah dipress untuk mengurangi kadar air sekitar 60%.
  4. Ditambahkan 10% dedak
  5. Melarutkan aktivator dengan molases 1:10 selma 30 menit.
  6. Semua bahan dicampur rata dan dimasukkan kedalam drum fermentasi dengan cara memadatkannya.
  7. Setelah semua bahan dalam drum padat, dilakukan penutupan dengan rapat sampai tidak ada udara yang masuk (anaerob).
  8. Setelah 21 hari pakan batang pisang fermentasi bisa digunakan sebagai pakan ternak ruminansia (sapi dan kambing).

Manfaat Fermentasi Batang Pisang

  1. Mengurangi biaya pakan karena bahannya mudah didapat, murah, dan tersedia sepanjang tahun.
  2. Meningkatkan kualitas pakan karena proses fermentasi menurunkan serat kasar sehingga lebih mudah dicerna oleh ternak.
  3. Lebih disukai ternak karena hasil fermentasi memiliki aroma segar dan tekstur lebih lunak.
  4. Mengurangi limbah pertanian karena batang pisang yang biasanya terbuang dapat dimanfaatkan kembali.
  5. Mendukung peternakan berkelanjutan karena limbah diolah menjadi sesuatu yang berguna. Kendala Pemanfaatannya

Meski banyak manfaat, pemanfaatan batang pisang fermentasi juga memiliki beberapa kendala, di
antaranya:

  1. Kadar protein rendah sehingga tidak bisa dijadikan pakan tunggal dan harus dikombinasikan dengan sumber protein lain.
  2. Kadar air tinggi yang membuat daya simpan hasil fermentasi tidak terlalu lama jika tidak dikelola dengan baik.
  3. Proses pembuatan membutuhkan ketelitian karena jika fermentasi tidak benar (misalnya tidak rapat), dapat ditumbuhi jamur berbahaya.
  4. Pengetahuan peternak masih terbatas karena belum semua peternak mengetahui cara membuat fermentasi dengan baik.

Kesimpulan

Fermentasi batang pisang dapat menjadi salah satu solusi praktis untuk membantu peternak menekan biaya pakan. Bahan bakunya mudah diperoleh karena limbah batang pisang tersedia melimpah di banyak daerah, terutama di sentra produksi pisang. Dengan proses sederhana, limbah yang biasanya terbuang dapat diolah menjadi pakan tambahan yang lebih bergizi, mudah dicerna, dan disukai ternak.

Meskipun demikian, batang pisang fermentasi tetap memiliki keterbatasan. Kandungan proteinnya rendah dan kadar airnya tinggi, sehingga tidak dapat dijadikan pakan utama. Pemanfaatannya lebih cocok sebagai pakan tambahan. Secara keseluruhan, inovasi ini membawa banyak manfaat bagi
peternakan rakyat sekaligus membantu mengurangi limbah pertanian. (Fadilla Fakultas Peternakan, Universitas Andalas)

Daftar Pustaka
Adriani, D., Fatati, & Suparjo. (2016). Penerapan Batang Pisang Fermentasi sebagai Pakan Ternak Ruminansia di Desa Kota Baru, Geragai. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat ( Pati), 31(3), 1–8. Universitas Jambi.
Tersedia secara online di: https://jurnal.unja.ac.id/jpati/article/view/10

Panjaitan, Y. S., Sadeli, A., Patriani, P., & Siburian, I. (2023). Utilization of Fermented Banana Stems Kepok Waste Using Eco Enzymes on Carcass Percentage of Local Male Sheep.

Jurnal Peternakan Integratif,3(1),32–37.

Tersedia secara online di:
https://jurnal.unja.ac.id/jpati/article/view/10

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *