JAKARTA-Jejak digital tak bisa bohong. Immanuel Ebenezer sebelum jadi Wakil Menteri Tenaga Kerja rajin menyuarakan agar koruptor dihukum mati. Kini, setelah tertangkap tangan oleh KPK, dia berharap amnesti dari Presiden Prabowo dan menangis di KPK saat dia mengenakan rompi kuning.
Noel, sapaan akrab Immanuel Ebenezer pada 2022 ketika menjadi relawan pendukung Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo menyatakan dukungannya agar koruptor dihukum mati.
Hal itu ia ungkapkan ketika melaporkan seorang dosen atas dugaan fitnah ke Polda Metro Jaya. “Kita beri pelajaran, dia aktivis dan dosen. Semua yang namanya kritik dan laporan berbasis data saya mendukung. Apalagi saya satu-satunya aktivis yang punya komitmen namanya korupsi harus dihukum mati,” kata Noel, 14 Januari 2022.
Dukungan Noel terhadap hukuman mati untuk koruptor juga terekam dalam jejak digital di unggahan akun X miliknya, @wamennoel98. “Kembali ke Pokok Persoalan Bangsa ini. HUKUM MATI KORUPTOR !!! @susipudjiastuti, @jokowi, @erickthohir.” tulis Noel pada 2 Februari 2021.
Bahkan, ia sempat mengunggah foto ketika menandatangani pakta integritas yang berisi komitmen agar pejabat negara yang terbukti korupsi dihukum mati. Dalam foto itu, Noel bersama Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) era Jokowi, Benny Ramdani.
Tak hanya itu, Noel juga sempat menyoroti kasus korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Batubara. Ia mendesak agar para pelaku korupsi dana bansos dihukum mati. “Mereka yang korupsi dana bansos layak dihukum mati,” cuit Noel pada 9 Desember 2020 yang dikutip dari Kompas.com.
Nah, Noel, ingat kembali ucapanmu. (*)









