Daerah  

Kawal Wacana Gus Fawait Maju Jatim Satu, Ini Langkah LSN

Ketua Panitia Milad ke-7 LSN, Agus Nur Yasin (pegang mikrofon), saat merespons pertanyaan jurnalis dalam konferensi pers milad ke-7 LSN di Kafe Dira Argopuro, Kecamatan Kaliwates, Jember, Minggu (1/11/2026) malam. (Foto: Mahrus Sholih)
Ketua Panitia Milad ke-7 LSN, Agus Nur Yasin (pegang mikrofon), saat merespons pertanyaan jurnalis dalam konferensi pers milad ke-7 LSN di Kafe Dira Argopuro, Kecamatan Kaliwates, Jember, Minggu (1/11/2026) malam. (Foto: Mahrus Sholih)

JEMBER-Laskar Sholawat Nusantara (LSN) mulai memperluas jaringan organisasinya ke wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis nasionalis di Jawa Timur. Surabaya dan Malang Raya menjadi dua kawasan yang mulai disasar sebagai embrio ekspansi, di luar basis tradisional organisasi yang selama ini terkonsentrasi di wilayah Tapal Kuda dan Madura Raya.

Perluasan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari pengembangan organisasi dan syiar keagamaan. Di tengah menguatnya wacana Muhammad Fawait, Presiden LSN yang kini menjabat Bupati Jember, untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur pada 2030, ekspansi ini juga membuka ruang bagi konsolidasi jaringan pendukung di luar basis sosial tradisionalnya.

Ketua Panitia Milad ke-7 LSN, Agus Nur Yasin, mengatakan peringatan tahun ini pada dasarnya merupakan agenda rutin organisasi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang digelar secara sederhana, milad kali ini dirancang lebih besar untuk mempertemukan pengurus dan anggota dari berbagai jenjang kepengurusan.

Kendati demikian, Agus tidak menepis jika ada sebagian masyarakat yang memaknai agenda tersebut sebagai momentum awal, atau tes ombak untuk mengukur kesiapan organisasi dalam mengawal langkah politik Gus Fawait pada Pilgub Jatim mendatang.

“Kalau diartikan seperti itu tidak apa-apa, tidak juga tidak apa-apa. Yang jelas ini murni sebagai ajang pertemuan pengurus dan anggota,” ujar Agus dalam konferensi pers milad ke-7 LSN di Kafe Dira Argopuro, Kecamatan Kaliwates, Jember, Minggu (1/11/2026) malam.

Sejak berdiri pada 9 November 2019 lalu, LSN memang terus memperluas jangkauan organisasinya. Jember menjadi basis utama, sebelum jaringan kepengurusan berkembang ke sejumlah daerah di kawasan Tapal Kuda, mulai dari Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Probolinggo hingga Pasuruan.

Ekspansi juga menjangkau Madura Raya. Empat kabupaten di kawasan tersebut telah memiliki kepengurusan LSN. Perkembangan ini menunjukkan bahwa jaringan organisasi tidak lagi terbatas pada wilayah asalnya.

Meski demikian, basis terbesar LSN sejauh ini masih berada di kawasan santri. Hal tersebut tidak terlepas dari latar belakang Gus Fawait sebagai seorang santri sekaligus putra kiai. Namun, LSN mulai berupaya memperluas segmentasi sosialnya dengan membangun jaringan di kawasan yang memiliki karakter masyarakat nasionalis.

Surabaya dan Malang Raya menjadi pintu masuk ekspansi tersebut. Agus menyebut kedua kawasan itu sebagai embrio pengembangan organisasi di luar basis tradisional LSN. Setelah itu, jaringan serupa direncanakan menyasar kawasan Mataraman dan Pantura Jawa Timur, termasuk Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro.

“Sudah siap. Basis nasionalis sudah diawali di Surabaya. Embrionya sudah ada,” kata Agus, yang juga menjabat Ketua DPC GP Ansor Kencong.

Perluasan jaringan ini menjadi relevan di tengah wacana pencalonan Gus Fawait sebagai Gubernur Jawa Timur. Apalagi, dorongan agar Bupati Jember tersebut maju dalam kontestasi politik tingkat provinsi mulai mengemuka. Dengan memperluas basis organisasi, LSN berpeluang membangun jejaring sosial yang lebih beragam, tidak hanya bertumpu pada komunitas santri.

Agus menegaskan, LSN siap memberikan dukungan apabila Gus Fawait benar-benar memutuskan maju sebagai calon gubernur. Menurut dia, kaderisasi dan kepemimpinan di tubuh LSN telah berkembang, sehingga organisasi memiliki sumber daya untuk menjalankan arahan pemimpin tertingginya, sekaligus melanjutkan kepemimpinan di daerah.

Ia mencontohkan keberadaan Hermin, Ketua Srikandi LSN, yang kini mengisi posisi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur. Menurut Agus, hal itu menunjukkan bahwa kader LSN memiliki peluang untuk mengambil peran lebih luas dalam pemerintahan dan politik.

“Kader LSN melimpah. Di DPRD provinsi, setelah Gus Fawait jadi bupati, ada penerusnya, yakni Bu Hermin (Ketua Srikandi, sayap organisasi LSN) yang mengisi jadi DPRD provinsi,” bebernya.

Sebelum menjabat Bupati Jember, Gus Fawait merupakan anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Gerindra selama tiga periode. Ia kemudian maju dalam Pilkada Jember 2024 dan terpilih sebagai bupati berdasarkan hasil pemungutan suara pada 27 November 2024.

Agus meyakini, jika Gus Fawait nantinya melangkah ke tingkat provinsi, kader-kader LSN lainnya dapat melanjutkan perjuangannya di Kabupaten Jember. Ia menyebut karakter kepemimpinan Gus Fawait yang visioner, dan mampu mengikuti perkembangan zaman, dinilai sebagai salah satu modal untuk menghadapi tantangan pemerintahan yang lebih luas.

“Banyak kader yang dapat melanjutkan perjuangan Gus Fawait di Jember. Sesuai karakter beliau yang visioner. Kami yakin, ketika Gus Fawait menjadi pemimpin di tingkat provinsi, pasti ada hal baru. Karena beliau mengikuti zaman. Gus Fawait juga paham betul masalah dan tahu solusinya,” ucapnya.

Kinerja di Pemerintahan

Sementara itu, Sekretaris Panitia Milad ke-7 LSN, Khoiron Kisan, mengungkapkan kepemimpinan Gus Fawait sebagai Bupati Jember tidak terlepas dari kritik masyarakat. Namun, ia memandang kritik tersebut sebagai masukan yang dapat mendorong perbaikan kinerja pemerintahan.

Menurut Kisan, sejumlah program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember menjadi bentuk respons terhadap berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat. Salah satunya Universal Health Coverage (UHC) Prioritas yang memungkinkan warga ber-KTP Jember mengakses layanan kesehatan dengan menunjukkan kartu identitas.

“Pemerintah Kabupaten Jember juga menjalankan layanan Home Care untuk menjangkau kelompok rentan, seperti lansia yang hidup sendiri, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, hingga tokoh agama. Ada pula program Mobil Cinta yang memberikan layanan transportasi gratis bagi pasien setelah menjalani rawat inap di rumah sakit,” ungkapnya.

Di sektor pendidikan, Kisan menyebut, program Beasiswa Cinta Bergema sebagai salah satu upaya pemerintah daerah memperluas akses pendidikan. Pemerintah kabupaten juga mendorong peningkatan kuota bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi pelajar Jember.

Selain itu, sejumlah agenda pembangunan turut disorot, mulai dari pengaktifan kembali Bandara Notohadinegoro, revitalisasi ratusan sekolah melalui dukungan pemerintah pusat, hingga pemenuhan peralatan kesehatan di tiga rumah sakit daerah.

“Penguatan fasilitas kesehatan tersebut penting agar masyarakat Jember tidak harus selalu dirujuk ke Surabaya untuk mendapatkan layanan medis tertentu,” jelasnya.

Berbagai program tersebut, menurut dia, menjadi bagian dari upaya Gus Fawait menjawab kritik melalui kerja pemerintahan. Ia menyebut kritik masyarakat justru menjadi vitamin bagi kepemimpinan Bupati Jember tersebut. (fat/rus)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *