Daerah  

Heboh Dugaan Pelecehan di Inhil, Terduga Pelaku Disinyalir Berupaya Alihkan Persoalan

Ilustrasi. (cantika.com)
Ilustrasi. (cantika.com)

TEMBILAHAN-Terduga pelaku pelecehan seksual di Indragiri Hilir disinyalir alihkan persoalan. Pelaku yang merupakan seorang pejabat diduga sedang berupaya membangun opini kalau dia dijatuhkan dengan tududan tersebut.

Terduga pelaku berinisial ANT. Dia diduga lakukan pelecehan terhadap bawahannya di sebuah dinas.

Alih-alih menunjukkan sikap bijaksana dan memberikan penjelasan terhadap substansi laporan, ANT justru memunculkan dugaan adanya pihak yang sengaja mengalihkan isu untuk menjatuhkan nama baik dirinya dan keluarga.

Sikap tersebut disayangkan. Sebab, laporan dugaan pelecehan yang telah disampaikan korban kepada kepolisian merupakan persoalan serius yang semestinya diuji melalui proses hukum, bukan justru dibangun dengan berbagai dugaan yang belum disertai bukti.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum korban, Shelfy Asmalinda, S.H., M.H. dan Siska Daniswari, S.H., menilai narasi pengalihan isu justru berpotensi mengaburkan persoalan utama yang sedang diperjuangkan klien mereka.

“Kami sangat menyayangkan munculnya narasi yang justru menduga adanya pengalihan isu di balik laporan klien kami. Perlu kami tegaskan, klien kami melaporkan persoalan ini bukan untuk menjatuhkan nama baik siapa pun, apalagi menjadikannya sebagai alat untuk kepentingan tertentu. Klien kami mencari keadilan atas peristiwa yang dialaminya,” ujar Siska, Sabtu (31/10/2026).

“Jika pihak terlapor merasa tidak melakukan perbuatan sebagaimana yang dilaporkan, silakan sampaikan pembelaan melalui proses hukum yang berlaku. Namun, jangan justru membangun tuduhan baru terhadap pihak lain tanpa disertai bukti yang jelas,” lanjut nya.

Kuasa hukum korban juga berharap semua pihak menghormati proses hukum dan tidak menggiring opini yang berpotensi menyudutkan korban.

Fokus utama, menurut posisi hukum yang disampaikan dalam draf tersebut, seharusnya adalah mengungkap fakta atas laporan yang telah disampaikan kepada kepolisian, bukan mencari-cari dugaan motif di balik keberanian korban untuk melapor. (YR)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *