Daerah  

Warga Dolok Merawan Geger, Pria 42 Tahun Ditemukan Tergantung di Dapur Rumah

Ilustrasi
Ilustrasi bunuh diri. (um-surabaya.ac.id)

SERGAI-Warga Desa Dolok Merawan, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria, Minggu (22/2/2026) pagi.

Korban berinisial S. Dia ditemukan dalam kondisi tergantung di kusen pintu dapur rumahnya sekitar pukul 08.30. Jasad pertama kali ditemukan oleh rekan korban, Diki.

Salah seorang tetangga korban, mengatakan Diki yang pertama kali melihat kejadian tersebut langsung memanggil warga sekitar.

“Awalnya teman korban yang menemukan jasad korban gantung diri di kusen pintu dapur rumahnya. Kemudian dia memanggil kami tetangganya memberitahukan S gantung diri. Jasad korban diturunkan dari kusen pintu setelah polisi datang sekitar pukul 08.30 WIB,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat peristiwa terjadi, istri korban tidak berada di rumah. Menurutnya, istri korban sudah tidak berada di kediaman tersebut sejak Rabu lalu.

“Istri korban sekitar dari Rabu sudah tidak ada di rumah. Korban dan istrinya ini pun baru sekitar empat bulan tinggal di rumah itu,” sambungnya.

Warga lainnya menyebutkan, korban dan istrinya kerap terlibat perselisihan rumah tangga. Bahkan, cekcok di antara keduanya sering terdengar oleh tetangga.

“Korban ini sudah pernah menikah. Sekarang ini istri keduanya. Mereka sering cekcok rumah tangga. Kalau cekcok mulut, tetangga pun dengar. Informasinya korban ini pensiun dini dari Kebun Gunung Para,” sebut seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kepala Dusun I Dolok Merawan, Putra Nasution, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengaku mengetahui kejadian itu dari grup WhatsApp perangkat desa sebelum menuju lokasi.

“Ia benar ada gantung diri. Saya juga ke lokasi kejadian. Saat ini jenazah korban dibawa tim Inafis Polres Tebingtinggi. Kemungkinan jenazah dibawa ke RS Pamela karena keluarga korban di sana,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kasi Humas Polres Polres Tebingtinggi AKP Muliyono yang dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. (ML.hrp)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *