JAKARTA–Sebentar lagi angkutan mudik Lebaran 2026. Angkutan mudik mapun arus balik akan dikenai tuslah. Harga tiket sedikit lebih mahal bila dibandingkan dengan hari biasa.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal DPP Organda, Kurnia Lesani Adnan, menjelaskan, lonjakan harga tersebut memiliki dasar perhitungan operasional yang jelas.
Ia menjelaskan pada periode mudik, arus perjalanan tidak seimbang. Bus berangkat penuh dari barat ke timur, namun kerap kembali dalam kondisi kosong.
Sementara itu, biaya operasional tetap berjalan, bahkan meningkat karena adanya tambahan pengeluaran selama Lebaran.
“Artinya, kalau tiket itu di Rp300.000, mungkin naiknya sekitar Rp 400.000 sampai Rp450.000,” ujar Sani yang dikutip dari Kompas.com.
“Jadi, kenaikan harga tiket itu sebenarnya kisarannya sekitar 40 sampai 50 persen,” kata dia.
Sementara untuk rute jarak jauh seperti Sumatera, operator cenderung membatasi kenaikan maksimal sekitar 30 persen agar tidak ditinggalkan penumpang yang beralih ke pesawat.
Menurutnya, perhitungan tarif tetap mempertimbangkan persaingan dan daya beli masyarakat agar tetap rasional di tengah tingginya permintaan mudik. (*)













