Mahasiswa KKN Ampek Koto Palembayan Melaksanakan Edukasi Pemantauan Kualitas Pengairan, Mutu dan Peluang Produk Tanaman Aren di SMPN 1 Palembayan

kkn 1

AGAM-Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Andalas di Ampek Koto Palembayan melaksanakan kegiatan edukasi tentang pemantauan kualitas pengairan, mutu, dan peluang produk dari tanaman aren (Arenga pinnata) di SMPN 1 Palembayan.

kkn1 1

Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VIII SMP pada Jumat pagi, pukul 10.00 WIB, melalui sesi presentasi interaktif yang bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan dan ekonomi lokal.

Materi yang disampaikan mencakup pentingnya pemantauan kualitas pengairan dalam budidaya tanaman aren, penilaian mutu tanaman, serta peluang pengembangan produk dari komoditas tersebut. Pada bagian pemantauan pengairan, dijelaskan oleh rekan saya Noval Raizan (2311112019) bahwa ketersediaan air dengan pH ideal (5,5–7,0), drainase yang baik, dan kondisi tanah yang mendukung sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman aren.

Selanjutnya, rekan saya Abdillah Fathah Gunawan (2311112002) memaparkan ciri-ciri tanaman aren bermutu baik, seperti batang yang kokoh, daun berwarna hijau segar tanpa gejala klorosis, sistem perakaran yang sehat, serta kemampuan menghasilkan nira dengan kualitas jernih, tidak berbau asam berlebihan, dan memiliki kadar gula tinggi. Aspek mutu ini menjadi dasar dalam menghasilkan produk turunan yang berkualitas.

Pada sesi saya Tarissa Amanda Ferisca (2311122045) menjelaskan tentang peluang produk dari tanaman aren yang memiliki potensi besar baik di sektor pangan maupun non-pangan.
Di bidang pangan, nira aren dapat diolah menjadi gula aren cetak, gula semut (kristal), sirup aren, serta berbagai minuman tradisional.

Buah aren atau kolang-kaling juga dapat diolah menjadi manisan, campuran minuman, hingga produk olahan modern yang memiliki nilai jual tinggi. Diversifikasi produk ini mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal serta membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Sementara itu, pada sektor non-pangan, tanaman aren juga memiliki manfaat yang tidak kalah penting. Serat ijuk yang kuat dan tahan lama dapat dimanfaatkan untuk pembuatan sapu, tali, sikat, atap tradisional, serta berbagai kerajinan tangan. Batang aren dapat digunakan sebagai bahan bangunan atau sumber pati, sedangkan daunnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembungkus alami yang ramah lingkungan maupun bahan atap rumah tradisional.

Selain itu, limbah hasil pengolahan aren berpotensi diolah menjadi pupuk organik dan produk pendukung pertanian berkelanjutan, sehingga mendukung konsep pemanfaatan sumber daya secara menyeluruh tanpa banyak menghasilkan limbah.

Pengembangan produk pangan dari tanaman aren tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat serta mendukung diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal. Presentasi ini membantu siswa memahami bagaimana tanaman aren bisa menjadi sumber ekonomi berkelanjutan,” ujar salah satu mahasiswa KKN, [Tarissa Amanda Ferisca], yang menekankan pentingnya inovasi untuk meningkatkan pendapatan petani lokal.

Kegiatan ditutup dengan sesi kuis interaktif untuk menguji pemahaman siswa terkait materi yang telah disampaikan. Siswa terlihat antusias dan aktif dalam menjawab pertanyaan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap siswa dapat memahami bahwa tanaman aren bukan hanya sumber pangan tradisional, tetapi juga komoditas strategis yang mendukung ekonomi berkelanjutan melalui pemanfaatan pangan dan non-pangan secara optimal. (Tim KKN Universitas [Tarissa Amanda Ferisca] Ampek Koto Palembayan)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *