Mahasiswa KKN Universitas Andalas Reguler I Ampek Koto Palembayan dari Jurusan Peternakan Gelar Sosialisasi Pembuatan Telur Asin di SDN 38 Piladang dan SDN 18 Koto Tinggi

kkn

AGAM-Pada 13 dan 14 Januari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas Reguler I Nagari Ampek Koto Palembayan dari Jurusan Peternakan melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan telur asin di SDN 18 Koto Tinggi dan SDN 38 Piladang.

kkn1

Kegiatan ini dipandu oleh tiga mahasiswa, yaitu Syifa Aripah, Dita Dwi Indriani, dan Afdhal Dinilhaq, yang merupakan mahasiswa KKN di Nagari Ampek Koto Palembayan, Kabupaten Agam.

Sosialisasi tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam bidang edukasi pangan hasil ternak.

Telur asin merupakan salah satu produk olahan hasil ternak yang populer dan banyak diminati masyarakat Indonesia. Makanan ini kerap dijadikan lauk pendamping nasi, bubur, maupun menu lainnya karena cita rasanya yang gurih dan khas. Selain itu, telur asin memiliki karakteristik khusus, seperti warna kuning telur yang lebih pekat serta tekstur yang lebih berminyak dibandingkan telur biasa.

Salah satu kelebihan telur asin adalah masa simpannya yang lebih panjang dibandingkan telur segar. Telur segar relatif mudah mengalami kerusakan apabila tidak segera diolah. Sebaliknya, telur asin dapat bertahan lebih lama karena proses penggaraman.

Garam berperan sebagai pengawet alami yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme, sehingga telur tidak cepat rusak dan tetap aman dikonsumsi.

Pada umumnya, telur asin dibuat menggunakan telur itik atau telur bebek. Hal ini disebabkan oleh struktur cangkang telur itik yang memiliki pori-pori lebih besar dibandingkan telur ayam. Kondisi tersebut memungkinkan garam lebih mudah meresap ke dalam telur selama proses pengasinan, sehingga menghasilkan rasa asin yang merata dan kualitas telur asin yang lebih baik.

Proses pembuatan telur asin tergolong sederhana dan tidak memerlukan peralatan khusus. Bahan yang digunakan pun mudah diperoleh, seperti telur itik, garam, serta media perendam berupa air garam, tanah liat, atau abu. Karena prosedurnya praktis, pembuatan telur asin dapat dilakukan secara mandiri di rumah.

Selain memiliki nilai konsumsi, pengolahan telur asin juga memberikan nilai tambah secara ekonomi. Telur itik yang telah diolah menjadi telur asin memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan telur mentah, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan kepada siswa bahwa telur asin merupakan salah satu produk olahan hasil ternak yang banyak digemari masyarakat. Melalui kegiatan ini, siswa juga diajak memahami alasan penggunaan telur itik dalam pembuatan telur asin, yaitu karena pori-pori cangkangnya yang besar sehingga memudahkan proses peresapan garam.

Selain itu, siswa diperkenalkan pada tahapan pembuatan telur asin yang relatif mudah dan dapat dipraktikkan secara sederhana di rumah. Dengan demikian, diharapkan siswa dapat memahami manfaat telur asin, baik dari segi rasa, daya tahan, maupun potensi ekonominya. (Dita Dwi Indriani)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *