Pemanfaatan digital marketing oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, masih tergolong belum optimal meskipun peluang pasar digital semakin terbuka luas.
Sebagian besar pelaku usaha di nagari ini masih mengandalkan pola pemasaran konvensional seperti promosi dari mulut ke mulut, pemasangan spanduk sederhana, atau menunggu pembeli datang langsung ke lokasi usaha. Kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya literasi digital, keterbatasan pemahaman teknologi, serta minimnya pendampingan berkelanjutan.
Kendala utama yang dihadapi UMKM Padang Ganting dalam mengoptimalkan digital marketing tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan perangkat dan akses internet, tetapi juga minimnya pemahaman terhadap strategi pemasaran digital yang tepat.
Banyak pelaku UMKM belum memahami konsep dasar seperti optimasi mesin pencari (SEO), pembuatan konten promosi yang menarik, hingga pemanfaatan data analitik untuk membaca perilaku konsumen.
Akibatnya, aktivitas digital marketing yang dilakukan sering kali bersifat sporadis dan tidak terukur, misalnya hanya mengunggah foto produk tanpa strategi konten yang jelas.
Studi di Sumatera Barat menunjukkan efektivitas media digital terhadap peningkatan penjualan UMKM berbeda-beda, dengan platform seperti TikTok terbukti memiliki pengaruh signifikan, namun tingkat adopsinya masih rendah karena kurangnya pelatihan dan pendampingan teknis.
Kondisi ini menyebabkan potensi pasar digital belum mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh UMKM di wilayah pedesaan seperti Padang Ganting.
Di tengah keterbatasan tersebut, kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (UNAND) tahun 2026 menjadi angin segar bagi percepatan digitalisasi UMKM di Nagari Padang Ganting.
Melalui program “Digitalisasi UMKM”, mahasiswa KKN melakukan pendampingan langsung dengan metode door-to-door kepada pelaku usaha di setiap jorong. Kegiatan yang dilakukan meliputi pendaftaran lokasi usaha ke Google Maps.
Pendekatan langsung ini dinilai efektif karena mampu menjawab kebutuhan UMKM secara praktis dan mudah dipahami, terutama bagi pelaku usaha yang belum familiar dengan teknologi digital.
Pengaruh bantuan digitalisasi oleh mahasiswa KKN terhadap UMKM di Nagari Padang Ganting terutama terlihat pada peningkatan visibilitas usaha melalui pendaftaran di Google Maps, yang memudahkan konsumen menemukan lokasi dan ulasan bisnis secara online.
Berdasarkan hal tersebut, program digitalisasi UMKM yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN UNAND tidak hanya membantu mengatasi keterbatasan digital marketing di Nagari Padang Ganting, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal.
Penelitian di Sumatera Barat menunjukkan bahwa digital marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan volume penjualan UMKM, termasuk pada usaha rendang yang mampu memperluas pasar melalui platform digital.
Dengan demikian, keberlanjutan program pendampingan digital menjadi kunci agar transformasi digital tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Kolaborasi antara pemerintah nagari, perguruan tinggi, dan pelaku UMKM diperlukan agar digital marketing benar-benar menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan daya saing ekonomi nagari di era digital.
(Siti Meuthia Yuliza, Mahasiswa KKN Reguler 1 Unand 2026 dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas)













