opini  

Senyum Sehat Sejak Dini: Skrining Kesehatan Gigi Anak di SD 02 Padang Ganting

Mahasiswa KKN bersama murid SD
Mahasiswa KKN bersama murid SD

Banyak orang masih menganggap kesehatan gigi anak-anak sebagai masalah sepele. Katanya, nanti gigi mereka akan berganti sendiri seiring bertambahnya usia.

Namun nyatanya, gigi yang tidak sehat bikin anak gampang merasa tidak nyaman baik pada saat makan, bicara dengan teman sebaya maupun orang lain, bahkan belajar di sekolah. Di usia sekolah dasar, anak-anak sedang berada di masa tumbuh dan berkembang dengan pesat. Jika sudah sakit gigi, anak menjadi sulit untuk makan, gampang rewel, dan sulit fokus waktu di kelas.

Karena itu, mahasiswa KKN Universitas Andalas 2026 mengadakan skrining kesehatan gigi di SD Negeri 02 Padang Ganting, Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar.

Skrining yang dilakukan berupa pemeriksaan sederhana saja dengan tujuan untuk melihat kondisi gigi anak-anak secara umum.

Pemeriksaan yang dilakuan yaitu dengan melihat ada atau tidaknya gigi berlubang, plak yang menumpuk, dan kebersihan gigi mereka. Semua siswa diperiksa satu per satu, dengan pendekatan yang nyaman serta ramah sehingga mereka tidak merasa takut.

Pemeriksaan yang dilakukan juga tidak lama, terkadang diselingi juga dengan penjelasan ringan mengenai kondisi gigi mereka.

Hasil skrining digunakan sebagai gambaran awal sekaligus bahan edukasi. Hasilnya, Kondisi gigi anak-anak di sekolah ini ternyata beragam.

Ada yang rajin dalam merawat gigi, sehingga kelihatan bersih dan sehat, namun ada juga yang giginya sudah berlubang atau banyak plaknya. Perbedaan ini jelas menunjukkan kebiasaan merawat gigi setiap anak itu berbeda-beda, walaupun mereka seumuran dan sekolah di tempat yang sama.

Skrining kesehatan gigi ini penting sebagai langkah awal dari pencegahan. Ingat, skrining dilakukan bukan untuk mendiagnosis, namun sebagai tanda awal agar kita semakin waspada dengan kesehatan gigi pada anak.

Jika terdapat siswa yang memiliki masalah pada giginya, ini menjadi pengingat untuk orang tua supaya tidak ragu membawa anak ke tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain dilakukannya pemeriksaan, kami juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi. Anak-anak kami ajak berdiskusi mengenai cara sikat gigi yang benar, kapan waktu terbaik untuk sikat gigi, dan kenapa menjaga kebersihan gigi itu penting.

Agar mudah dipahami, edukasinya menggunakan bahasa sederhana. Karena, tanpa kebiasaan merawat gigi yang baik, risiko gigi berlubang semakin besar. Dengan edukasi sejak dini, harapannya anak-anak mulai terbiasa merawat gigi sendiri. Sekolah punya peran besar dalam mendukung kesehatan gigi anak.

Lingkungan sekolah bisa menjadi tempat yang sesuai untuk membiasakan hidup bersih dan sehat, melalui edukasi dan kebiasaan sehari-hari. Orang tua juga tidak kalah penting. Mereka yang mendampingi anak di rumah dan memastikan anak rutin melakukan pemeriksaan gigi.

Melalui skrining kesehatan gigi di sekolah dasar ini, semoga kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi semakin meningkat. Deteksi dini itu memang sederhana, tetapi manfaatnya besar untuk mencegah masalah gigi yang lebih serius di masa depan.

Pada akhirnya, senyum sehat sejak dini bukan hanya tentang gigi yang bersih dan bebas lubang, tetapi ini juga soal kenyamanan, rasa percaya diri, dan kualitas hidup anak. Jika sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan sama-sama peduli, anak-anak bisa tumbuh dan belajar dengan kondisi kesehatan yang jauh lebih baik.

(Yasilva Amira Sajida, Mahasiswa KKN Reguler 1 Universitas Andalas 2026 dan mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Andalas)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *