JAKARTA-Lintasan Sumbar-Jabodetabek makin ramai. Sejumlah perusahaan otobus menambah armada baru. Bus yang menambah armada baru antara lain, Al Hijrah dan ANS.
Selain kedatangan armada baru, lintasan Jakarta Sumbar juga kedatangan pendatang baru. Namanya: Trans Andalan Minang (TAM).
Sejatinya, kedatangan armada baru dan pendatang baru menguntungkan bagi konsumen. Dalam dunia buys, tak ada istilah rival. Sebab, masing-masing bus telah punya pelanggan masing-masing.
Pengguna bus Minang terkenal fanatik Kalau sudah berlangganan maka sulit akan berpindah ke lain hati. Dengan makin ramenya lintasan Jakarta-Sumbar, seharusnya pelayanan pada penumpang harus ditingkatkan.
Harus ada inovasi pada penumpang, sehingga pengguna jasa merasa tepat dengan pilihannya. Kalau sudah nyaman, selamanya jadi langganan.
Bila tak ada aral melintang, mulai 31 Desember 2025, bus TAM layani rute Jakarta-Padang dan sebaliknya.
Beredar info, bus tersebut mengenakan tarif Rp700 ribuan dan ada satu kali service makan.
Sebelumnya, bus TAM juga buka Dumai-Bandung. Bus TAM yang melayani rute Sumbar-Jabodetabek berada di bawah bendera Trans Andalan Minang.
Dengan hadirnya bus TAM di rute Sumbar-Jabodetabek, persaingan di lintasan makin menyala dan masyarakat diberikan banyak pilihan. Persaingan makin kompetitif dan penumpang yang diuntungkan karena manajemen masing-masing bus berlomba memberikan pelayanan terbaik.
Bus TAM hadir dengan layanan legrets. Bus itu akan full Lintas Timur dan full tol.
Armada untuk lintasan Jakarta-Sumbar adalah Mercedes-Benz OH 1626L MT Euro 4. (*)













