SERGAI-Dua pengendara sepeda motor nyaris tewas usai tertabrak truk colt diesel bermuatan material bangunan di tanjakan Jembatan Nagur, Dusun I, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sabtu (19/7/2025) sekitar pukul 07.40.
Kecelakaan terjadi saat truk dengan nomor polisi BK 8141 MC itu gagal menanjak dan mendadak mundur, tepat ketika dua pengendara sepeda motor berada di belakangnya.
Menurut saksi mata, Dogok (60), seorang pengatur jalan di lokasi kejadian, truk datang dari arah Desa Nagur menuju Desa Pekan dengan membawa barang bangunan berupa broti. Di belakang truk, dua sepeda motor membuntuti yakni, Yamaha NMAX dikendarai Neli (35), warga Dusun 3 Desa Tebing Tinggi, dan Honda Vario dikendarai Agil (16), warga Dusun 1 Desa Tebing Tinggi.
“Neli berada di sebelah kanan truk, sedangkan Agil di sebelah kiri belakang. Saat roda depan truk naik ke jembatan, tiba-tiba kendaraan itu mundur. Neli jatuh dan hampir terlindas, sedangkan Agil sempat melompat menyelamatkan diri ke pinggir jalan,” ungkap Dogok.
Neli, warga Dusun 3 Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin, sempat terguling di kolong truk dan berteriak meminta tolong. Sepeda motornya terseret dan terganjal roda belakang truk, dengan di bantu puluhan warga yang sedang berada di lokasi yang akhirnya truk berhenti secara perlahan. Sementara sepeda motor milik Agil terlindas roda sebelah kiri truk dan mengalami kerusakan.
Beruntung, keduanya selamat. Neli mengalami luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit di Sei Rampah, sedangkan Agil hanya mengalami luka memar akibat terjatuh saat melompat dari sepeda motornya.
Salah satu kernet truk menyebutkan bahwa kendaraan mereka membawa material bangunan dari Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, menuju Tanjung Beringin. Ia mengakui bahwa saat menanjak, persneling truk tiba-tiba lompat dan tidak bisa dikendalikan, sehingga kendaraan mundur tanpa sempat mengantisipasi kendaraan di belakang.
“Kami tidak tahu kalau di belakang ada sepeda motor. Pas truk mundur, langsung terdengar suara benturan,” ujar sang kernet kepada awak media.
Pihak keluarga korban, yang mengaku sebagai mertua Neli, mengatakan saat kejadian korban dalam perjalanan pulang usai mengantar anaknya ke sekolah di Desa Pematang Kuala.
Warga setempat mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki kondisi Jembatan Nagur yang dinilai sudah rusak parah dan sering memicu kecelakaan. “Kalau tidak cepat diperbaiki, bisa-bisa makan korban jiwa,” ucap warga dengan nada kecewa.(ML.hrp)













