Daerah  

Ini Pesan Bupati Jember Saat Sosialisasikan Berobat dan Melahirkan Gratis

Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat agenda Bunga Desaku di Kecamatan Umbulsari, Selasa (3/11/2026). (Foto: Fathur Rozi)
Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat agenda Bunga Desaku di Kecamatan Umbulsari, Selasa (3/11/2026). (Foto: Fathur Rozi)

JEMBER-Bupati Jember, Muhammad Fawait, meminta para guru dan kader posyandu ikut mensosialisasikan program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, khususnya layanan kesehatan gratis melalui Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.

Pesan itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) di Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (3/11/2026).

Ia menegaskan, masyarakat Jember kini bisa mendapatkan layanan pengobatan gratis di puskesmas maupun rumah sakit, termasuk bagi ibu hamil yang hendak menjalani persalinan.

“Kalau warga Jember sakit, pergi ke puskesmas atau rumah sakit, gratis. Sakit apa saja, termasuk ibu hamil. Kontrol ke puskesmas sampai melahirkan, mau normal atau sesar, gratis,” ujarnya.

Pria yang kerap disapa Gus Fawait itu, kemudian melontarkan candaan kepada masyarakat agar program pengobatan gratis yang juga meliputi persalinan tersebut, tidak dimaknai sebagai alasan untuk terus menambah jumlah anak.

“Melahirkan mau normal atau sesar gratis. Tapi walaupun gratis jangan banyak-banyak,” ucapnya disambut tawa hangat para guru dan kader posyandu.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan kesehatan ibu dan usia kehamilan. Menurutnya, kehamilan pada usia yang terlalu tua memiliki risiko kesehatan lebih besar.

“Usia yang paling bagus untuk hamil kata dokter, 21 sampai 35 tahun. Kalau sudah 50 tahun hamil, yang deg-degan bukan cuma panjenengan, dokternya juga deg-degan,” klakarnya.

Selain UHC Prioritas, Gus Fawait juga menyosialisasikan program Home Care dan Mobil Cinta. Kedua program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Jember memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Melalui Mobil Cinta, pasien kurang mampu yang menjalani perawatan di rumah sakit kelas III dan telah dinyatakan sembuh bisa mendapatkan layanan antar pulang secara gratis.

“Kalau sakit di Rumah Sakit Subandi, Rumah Sakit Balung atau Kalisat, nanti yang kelas III, kalau sudah sembuh diantarkan pulang gratis,” jelasnya.

Gus Fawait juga secara khusus menyoroti posisi RSUD dr. Soebandi sebagai rumah sakit rujukan bagi tujuh kabupaten/kota di wilayah Tapal Kuda. Karena itu, ia meminta masyarakat, terutama warga Umbulsari, tidak menunda mendapatkan penanganan apabila mengalami sakit serius.

Ia mengingatkan agar warga tidak terlalu lama berkeliling mencari fasilitas kesehatan jika kondisinya membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan.

“Kalau sakitnya serius, saya titip langsung dirujuk ke Rumah Sakit Soebandi,” tegasnya. (fat/rus)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *