Daerah  

Mantap Jiwa, Cerutu Jember Tembus 45 Negara

Gus Fawait saat memperkenalkan cerutu khas Jember ke audiens di Podcast Total Politik, Kamis (15/10/2026). (Foto: Istimewa)
Gus Fawait saat memperkenalkan cerutu khas Jember ke audiens di Podcast Total Politik, Kamis (15/10/2026). (Foto: Istimewa)

JEMBER-Bupati Jember, Muhammad Fawait mempromosikan cerutu produksi daerahnya dalam forum Indonesia Future Leader #2 yang diselenggarakan Total Politik, Kamis (15/10/2026).

Produk unggulan Jember itu, disebut telah menembus pasar 45 negara, dengan sekitar 90 persen produksi enam perusahaan cerutu di daerah tersebut ditujukan untuk ekspor.

Dalam forum bertema “Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo” tersebut, Bupati Jember membagikan cerutu kepada peserta sekaligus mengajak mereka berkunjung ke daerahnya.

“Kalau bicara cerutu ya Jember, ayo datang ke Jember,” kata pria yang kerap disapa Gus Fawait itu, sembari membagikan cerutu kepada peserta.

Dalam forum itu, Gus Fawait hadir sebagai panelis penanggap bersama Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, dan Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif.

Acara tersebut juga menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, serta Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela sebagai narasumber.

Promosi tersebut menjadi kesempatan bagi Gus Fawait untuk memperkenalkan potensi industri cerutu Jember kepada audiens nasional.

Dalam sesi ramah tamah, Gus Fawait menyampaikan terdapat enam perusahaan produsen cerutu yang beroperasi di Jember. Keenamnya adalah PT Boss Image Nusantara (BIN Cigar), Mangli Djaya Raya (MDR), Dwipa Nusantara Tobacco (DNT), Kopkar Kartanegara, Burger Söhne AG, dan Villiger Söhne AG.

Menurut data yang disampaikan dalam forum tersebut, sekitar 90 persen produksi keenam perusahaan itu ditujukan untuk pasar ekspor, dengan tujuan 45 negara. Beberapa jangkauan ekspornya meliputi Amerika Serikat, sejumlah negara Eropa, kawasan Timur Tengah, China, dan Asia Tenggara.

Potensi tersebut menunjukkan bahwa komoditas tembakau Jember memiliki peluang menghasilkan nilai tambah melalui industri pengolahan. Rantai produksi ini juga melibatkan sektor perkebunan yang menjadi bagian penting dari perekonomian daerah.

Sementara pembawa acara tersebut, Budi Adiputro, menyebut Jember sebagai “Kuba-nya Indonesia” karena reputasinya dalam industri tembakau dan cerutu.

“Jember ini Kuba-nya Indonesia,” kata Budi Adiputro di sela membawakan podcast Total Politik bersama Arie Putra.

Budi mengatakan, Jember identik dengan tembakau berkualitas dan produk cerutu yang telah menembus pasar internasional. “Jember ini kan yang terkenal tembakaunya bagus dan cerutunya,” ujarnya.

Penyebutan Jember sebagai Kuba-nya Indonesia merujuk pada reputasi daerah tersebut dalam industri tembakau dan cerutu. Mengingat daerah itu memiliki sejarah panjang dalam budidaya tembakau, terutama jenis Na-Oogst yang dikenal sebagai salah satu bahan baku cerutu. (fat/rus)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *