JEMBER – Program Jember Cinta Kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Jember, operasi pasien dengan kelainan bawaan. Sebanyak 12 pasien dinyatakan lolos screening untuk mendapatkan penanganan medis dalam kegiatan tersebut.
Ketua Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Bidang Kesehatan Kabupaten Jember, dr. Ulfa Alfiah, menjelaskan, 12 pasien tersebut terdiri dari enam pasien bibir sumbing dan celah langit-langit, tiga pasien kelainan genitalia (kemaluan), serta tiga pasien kelainan anggota gerak atas maupun bawah.
Dari enam pasien bibir sumbing dan celah langit-langit, lima orang berasal dari Kabupaten Jember dan satu orang dari Kabupaten Probolinggo. Sementara itu, tiga pasien dengan kelainan genitalia seluruhnya berasal dari Jember.
Melalui bakti sosial ini, Ulfa berharap para pasien dapat memperoleh kualitas hidup yang lebih baik dan memiliki kesempatan menjalani kehidupan sosial secara lebih optimal.
“Kami berharap bahwa dengan dilakukan bakti sosial ini mereka segera mendapatkan kehidupan yang normal layaknya orang-orang normal lainnya dan berharap anak-anak ini mendapatkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Hal itu disampaikan seusai seremoni dalam serangkaian acara Jember Cinta Kesehatan 2026 di RSD dr Soebandi Jember, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Ulfa, penanganan kelainan bawaan tidak hanya berkaitan dengan kondisi medis pasien, tetapi juga memiliki dampak sosial terhadap keluarga. Karena itu, upaya penanganan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anak-anak dengan kelainan bawaan memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik dan dapat diterima di lingkungan masyarakat.
Selain itu, ia mengatakan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jember terus melakukan pendataan untuk mengidentifikasi kasus-kasus kelainan bawaan yang membutuhkan penanganan.
“Kami sebagai ketua tim ahli kesehatan bersama dengan Dinas Kesehatan terus mengumpulkan data untuk segera menuntaskan kasus-kasus, khususnya kelainan bawaan ini,” katanya.
Sementara, Bupati Jember, Muhammad Fawait menyebut, program ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Jember terhadap masyarakat, termasuk warga dari daerah lain di Jawa Timur.
Pria yang kerap disapa Gus Fawait itu, menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan ungkapan cinta Jember bagi masyarakat Jawa Timur.
“Salam cinta dari Jember untuk Jawa Timur jangan dimaknai yang lain-lain, tapi ini murni adalah ungkapan cinta dari Kabupaten Jember untuk masyarakat Jawa Timur,” jelasnya.
Ia menargetkan menargetkan 10.000 peserta mengikuti rangkaian bakti sosial kesehatan dalam program Jember Cinta Kesehatan hingga akhir Desember 2026.
“Target kita ada 10.000 peserta. Mudah-mudahan nanti bisa tuntas sampai akhir Desember 2026,” pungkas Gus Fawait. (fat/rus)













