PADANG PARIAMAN-Pelaksanaan Maulud Gadang di Masjid Raya Suhadak Puncu Ruyung, Nagari Batu Kalang, Kecamatan VII Koto Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, berlangsung meriah.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, Minggu-Senin (6-7 September 2026), tersebut berhasil mengumpulkan uang tunai untuk masjid lebih dari Rp200 juta.
Antusiasme masyarakat kampung dan perantau terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Bahkan, ramainya masyarakat yang datang sempat menyebabkan kemacetan di jalan menuju masjid hingga sekitar 500 meter.
Salah seorang perantau asal Puncu Ruyung yang sukses di Jakarta, H. Edi, sengaja pulang ke kampung untuk menghadiri Maulud Gadang tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak setiap tahun dilaksanakan sehingga menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat di kampung dengan para perantau.
“Kesempatan bagi kita untuk bersilaturahmi dengan orang kampung dan perantau lain yang juga terlihat hadir dalam acara ini,” ujar H. Edi, yang akrab disapa Tuanku Tabuang.
Ia mengaku senang melihat antusiasme masyarakat yang hadir. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan langka untuk berkumpul bersama dalam suasana yang penuh kebersamaan.
“Kapan lagi kita bisa berjumpa dengan masyarakat seramai ini,” katanya.
Hal senada disampaikan H. Herman. Ia menyebut Maulud Gadang dengan konsep seperti ini sudah hampir 10 tahun tidak dilaksanakan di Puncu Ruyung.
Antusiasme masyarakat dalam memberikan bantuan untuk pembangunan masjid juga terlihat sangat tinggi. Dukungan tersebut datang dari masyarakat yang berada di kampung maupun para perantau.
“Sebagai orang tua masyarakat Puncu Ruyung, kita menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara Maulud Gadang ini,” kata Erman.
Ia berharap dana yang berhasil dikumpulkan dapat dimanfaatkan oleh panitia sebaik-baiknya, khususnya untuk mendukung pembangunan dan peningkatan fasilitas Masjid Raya Suhadak Puncu Ruyung.
Pelaksanaan Maulud Gadang dilakukan dengan tradisi badikia, yakni membaca Sarafal Anam secara bersama-sama, kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan siang bersama.
Wali Korong Puncu Ruyung, Agus Salim, mengaku sangat bahagia dan bersyukur melihat tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan Maulud Gadang menjadi bukti kuatnya hubungan antara masyarakat ranah dan rantau. Kebersamaan serta silaturahmi yang terjalin diharapkan dapat terus dipertahankan.
“Mudah-mudahan Allah SWT meridai dan memberkahi acara Maulud Gadang yang digagas oleh masyarakat Puncu Ruyung,” ucap Agus Salim.
Kegiatan tersebut ditutup dengan jamuan makan siang bersama sebagai bagian dari rangkaian Maulud Gadang, sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara masyarakat kampung dan para perantau. (AMD)












