Daerah  

Payakumbuh Creative Market Tunjukkan Dampak Ekonomi Nyata, Ini Fakta dan Buktinya, No Debat

Tenant Payakumbuh Creative Market
Tenant Payakumbuh Creative Market

PAYAKUMBUH-Kurang lebih sebulan setelah Payakumbuh Creative Market (PCM) digelar, dampak ekonomi dari kegiatan tersebut mulai terlihat. Sulit untuk membantah faktanya. No debat.

Tidak hanya ramai pengunjung, PCM juga ikut menggerakkan transaksi UMKM, pedagang kecil, parkir hingga membuka lapangan kerja selama kegiatan berlangsung.

Ketua Penyelenggara PCM, M. Ikhsan, Minggu (13 /9/2026) menyebutkan, jumlah kunjungan selama dua hari diperkirakan mencapai 28 ribu orang. Sekitar 13 ribu pengunjung hadir pada hari pertama dan 15 ribu pada hari kedua.

Sebanyak 100 tenant ikut dalam kegiatan tersebut dan seluruhnya merupakan pelaku usaha asal Payakumbuh.

Dari data yang dihimpun penyelenggara, rata-rata omzet satu tenant pada hari pertama berada di kisaran Rp3 juta. Hari kedua meningkat menjadi sekitar Rp5 juta.

Jika dihitung dari 100 tenant, transaksi UMKM selama dua hari diperkirakan mencapai Rp800 juta.

Tidak hanya tenant, keramaian PCM juga dinikmati pedagang kecil yang berjualan di sekitar lokasi.

Sekitar 100 pedagang asongan bersama aktivitas parkir diperkirakan mencatat perputaran uang sekitar Rp214 juta selama dua hari.

Salah seorang pedagang asongan, Eri, mengaku keramaian PCM ikut memberikan tambahan penghasilan bagi dirinya.

“Selama PCM pembeli cukup ramai. Kami bisa mendapatkan penghasilan tambahan karena banyak pengunjung yang membeli makanan dan minuman setelah berkeliling di lokasi acara,” katanya.

Jika transaksi tenant, pedagang asongan dan parkir digabungkan, perputaran transaksi yang teridentifikasi selama dua hari PCM diperkirakan mencapai sekitar Rp1,014 miliar.

Angka Rp1,014 miliar tersebut bukan keuntungan panitia. Angka itu merupakan perkiraan uang yang berputar di tengah pelaku usaha selama kegiatan berlangsung.

M. Ikhsan juga menyebut setiap tenant rata-rata melibatkan sekitar lima orang tenaga kerja saat mengikuti PCM.

Dengan 100 tenant, sedikitnya sekitar 500 orang ikut bekerja selama kegiatan berlangsung.

Menariknya, sekitar 85 persen bahan baku yang digunakan tenant berasal dari lokal.

Artinya, uang yang berputar tidak hanya berhenti di tenant. Ada pemasok bahan baku, pedagang pasar, pekerja dan pelaku usaha lain yang juga ikut menikmati perputaran ekonomi tersebut.

Media ini juga mencoba melihat perputaran uang dari sisi pengunjung dengan melakukan survei dan wawancara sederhana terhadap 30 keluarga dan 30 pengunjung perorangan.

Dari 30 keluarga yang ditemui, rata-rata menghabiskan uang sekitar Rp120 ribu per keluarga selama berkunjung ke PCM.

Sementara 30 pengunjung perorangan rata-rata menghabiskan sekitar Rp50 ribu per orang.

Pengeluaran tersebut mulai dari membeli makanan, minuman, produk UMKM, kebutuhan anak hingga pengeluaran lain selama datang ke lokasi kegiatan.

Dengan asumsi sekitar separuh pengunjung datang bersama keluarga dan separuh lainnya secara perorangan, pengeluaran pengunjung selama dua hari diperkirakan berada di kisaran Rp1,26 miliar.

Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan perhitungan dari sisi pelaku usaha yang berada di kisaran Rp1,014 miliar.

Artinya, dari dua cara penghitungan tersebut, perputaran transaksi selama PCM diperkirakan berada di kisaran Rp1 miliar sampai Rp1,26 miliar.

Selain menyediakan ruang berjualan, PCM juga digunakan sebagai tempat promosi bagi UMKM Payakumbuh.

Penyelenggara menggandeng konten kreator, media massa, televisi hingga live streaming untuk membantu memperkenalkan produk UMKM yang ikut dalam kegiatan.

Menurut M. Ikhsan, efeknya tidak selesai setelah PCM ditutup. Sejumlah pelaku usaha masih merasakan peningkatan penjualan setelah produk mereka mendapat promosi selama kegiatan.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas Kampus Payakumbuh, Weriantoni, sebelumnya mengatakan dampak sebuah event tidak cukup hanya dilihat dari ramainya pengunjung.

Menurutnya, perlu dilihat berapa uang yang berputar, siapa yang menikmatinya dan sejauh mana uang tersebut ikut bergerak kepada UMKM, pedagang kecil hingga pemasok lokal.

Jika memakai kerangka tersebut, PCM bisa dikatakan berhasil menjalankan misi ekonominya.

Keramaiannya tidak hanya berhenti pada jumlah orang yang datang. Ada transaksi yang tercipta, pelaku UMKM lokal yang mendapat omzet, ratusan tenaga kerja yang ikut bekerja, pedagang kecil yang mendapat ruang berjualan, serta bahan baku lokal yang ikut terserap.

Tiga minggu setelah PCM selesai, sebagian dampak itu mulai terlihat.

Sekitar 28 ribu pengunjung datang, 100 tenant lokal terlibat, sekitar 500 tenaga kerja ikut bekerja, mayoritas bahan baku berasal dari lokal dan transaksi diperkirakan menembus lebih dari Rp1 miliar.

Keramaiannya memang sudah berlalu. Namun uang yang berputar selama dua hari tersebut ikut dinikmati UMKM, pedagang kecil, pekerja hingga pemasok lokal di Payakumbuh.

Data dihimpun dari hasil wawancara media dengan Ketua Penyelenggara PCM M. Ikhsan, data penyelenggara, serta survei dan wawancara media terhadap sejumlah pengunjung dan pedagang. (jnd)



Kunjungi Kami di Google News:

google news
Exit mobile version