SERGAI-Budidaya udang vaname yang dikembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Amanah Rakyat, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mulai menunjukkan hasil menggembirakan.
Dalam panen perdana setelah menjalani masa budidaya sekitar tiga bulan, satu kolam berukuran kurang lebih 625 meter persegi mampu menghasilkan sekitar satu ton udang vaname.
Dari hasil tersebut, BUMDes diperkirakan memperoleh keuntungan sekitar Rp20 juta per kolam, dengan modal budidaya sekitar Rp65 juta.
Direktur BUMDes Amanah Rakyat, Muhammad Darwi alias Ucok, mengatakan usaha budidaya udang vaname merupakan salah satu langkah BUMDes dalam mengembangkan potensi usaha sekaligus memanfaatkan lahan yang dikontrak dalam jangka panjang.
“Untuk satu kolam, modalnya sekitar Rp65 juta. Dalam waktu tiga bulan sudah bisa panen dan keuntungan yang diperoleh sekitar Rp20 juta,” ujar Muhammad Darwi saat ditemui di lokasi, Rabu (16/9/2026).
Saat ini terdapat lima kolam budidaya di lokasi tersebut. Dua di antaranya dikelola oleh BUMDes Amanah Rakyat. Kolam tersebut memiliki kedalaman sekitar satu meter.
Menurut Ucok, hasil panen udang vaname langsung diserap agen untuk selanjutnya dipasarkan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
Pada panen perdana tersebut, udang yang dihasilkan berada pada size 50, atau sekitar 50 ekor dalam satu kilogram.
Ia menilai usaha budidaya udang vaname memiliki prospek untuk terus dikembangkan. Terlebih, pihak pengelola telah memiliki pengalaman dan keahlian dalam menjalankan usaha tersebut.
“Lahannya kita kontrak selama 10 tahun. Harapannya, lahan ini bisa terus dimanfaatkan menjadi aset produktif BUMDes dan memberikan manfaat ekonomi bagi desa,” katanya.
Muhammad Darwi yang juga merupakan konsultan BUMDes menambahkan, pengembangan unit usaha harus disesuaikan dengan potensi lahan serta kemampuan pengelola.
Menurutnya, apabila pengelolaan dilakukan secara baik dan berkelanjutan, penambahan jumlah kolam dapat membuka peluang peningkatan pendapatan BUMDes.
Sementara itu, Kepala Desa Nagur, Ruslan, menyambut baik hasil panen perdana tersebut. Ia menilai keberhasilan budidaya udang vaname menjadi salah satu bukti bahwa BUMDes dapat mengembangkan usaha produktif apabila dikelola secara serius dan sesuai dengan potensi desa.
“Kami tentu bersyukur dan mengapresiasi hasil panen perdana ini. Harapan kami, usaha budidaya udang vaname ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi BUMDes maupun masyarakat Desa Nagur,” ujar Ruslan.
Ruslan juga berharap pengelolaan usaha tersebut dilakukan secara profesional, transparan dan berkelanjutan. Dengan demikian, hasil usaha tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi salah satu sumber pendapatan sekaligus aset produktif desa.
Hal senada disampaikan Ketua Unit Usaha BUMDes Amanah Rakyat, Afdi Putra. Ia mengatakan hasil panen perdana diperkirakan memberikan keuntungan sekitar Rp20 juta untuk setiap kolam.
“Panen perdana udang vaname ini diperkirakan meraup keuntungan sekitar Rp20 juta per kolam. Kita akan terus mengembangkan usaha budidaya udang vaname,” ungkap Afdi.
Keberhasilan panen perdana tersebut diharapkan menjadi pijakan awal bagi BUMDes Amanah Rakyat untuk memperluas usaha budidaya udang vaname, sekaligus mendorong pemanfaatan potensi ekonomi Desa Nagur agar memberikan nilai tambah bagi desa dan masyarakat.(ML.hrp)












