PARIAMAN-Kemajuan pendidikan menjadi salah satu perhatian serius Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim sepanjang tahun pertama masa jabatannya pada 2025. Perhatian itu diwujudkan melalui sejumlah pembenahan.
Tidak saja infrastruktur dan fasilitas, Muhajir mendukung dan membenahi pendidikan di Pariaman dengan memetakan minat dan bakat siswa. Sementara itu, pembenahan yang menjadi fokusnya yaitu mengaspal jalan menuju sekolah dan merehabilitasi sekolah di Pariaman.
Untuk fasilitas sekolah dan infrastruktur vitalnya, fokus pertama Muhajir tertuju ke MAN Kota Pariaman, SMP Negeri 6 Pariaman, dan SD Negeri 04 Batang Tajongkek.
“Akses jalan menuju MAN Kota Pariaman salah satu infrastruktur yang mesti diperhatikan,” jelas Muhajir Muslim dalam blog pribadinya dikutip Selasa (22/9/20206).
Menurutnya, jalan menuju madrasah tersebut telah kurang mendapatkan perhatian selama belasan tahun. Kondisi itu tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga akses harian bagi guru, siswa, tenaga kependidikan, dan masyarakat.
“Perbaikan akses ke MAN Kota Pariaman ini otomatis memberikan dukungan terhadap mobilitas warga sekolah dan masyarakat di sekitarnya. Bagi siswa dan guru, jalan yang lebih layak juga berkaitan dengan kenyamanan perjalanan menuju lingkungan Pendidikan,” jelasnya.
Sedangkan untuk SMP Negeri 6 Pariaman, sambungnya, kondisi atapnya membutuhkan perbaikan. “Kondisi bangunan sekolah berkaitan langsung dengan keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar. Siswa dan guru membutuhkan lingkungan yang aman untuk menjalankan aktivitas pendidikan setiap hari,” cermat Muhajir.
Untuk itu, lanjutnya, rehabilitasi atap SMP Negeri 6 Pariaman menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap fasilitas dasar sekolah.
“Pembenahan itu juga menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak selalu berbentuk program akademik. Kondisi bangunan yang aman merupakan bagian dari lingkungan yang mendukung kegiatan belajar,” paparnya.
Sementara itu, sambung Muhajir, pendidikan dasar perlu diperhatikan dengan pembenahan lingkungannya. Sebab, SD awal anak mulai membangun kemampuan membaca, berhitung, bersosialisasi, serta mengenal berbagai pengetahuan.
Sedangkan di tingkat SMP, program yang dilakukan Muhajir Muslim pada 2025 ialah pemetaan minat dan bakat siswa di Kecamatan Pariaman Timur dan Pariaman Selatan. Program tersebut dilaksanakan bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman.
“Pemetaan dilakukan dengan mempertimbangkan keberagaman kemampuan yang dimiliki setiap siswa. Potensi anak tidak selalu berada pada bidang akademik. Sebagian siswa dapat menonjol dalam olahraga, seni, kepemimpinan, teknologi, maupun bidang lainnya,” urainya.
Melalui pemetaan minat dan bakat, lanjutnya, siswa diharapkan dapat mengenali kecenderungan kemampuan yang dimiliki. Hasil pemetaan juga dapat menjadi gambaran bagi sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam menentukan arah pengembangan potensi generasi muda.
“Pendekatan tersebut akan menempatkan pendidikan sebagai proses pengembangan manusia, bukan hanya pembangunan sarana fisik sekolah,” hematnya.
Langkah-langkah yang diambil Muhajir dalam memperlihatkan pendidikan di Pariaman, diyakininya akan membawa dampak positif ke depannya.
Pasalnya, lingkungan sekolah, akses menuju lembaga pendidikan, keamanan bangunan, dan kemampuan siswa juga menjadi bagian yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan. (*/amd)












