Daerah  

Jalur Lintas Selatan Dibangun dengan Anggaran Rp3 Triliun, Wisata Pantai Selatan Jember Berpeluang Dilirik Investor

Bupati Jember, Muhammad Fawait tinjau salah satu destinasi wisata di kawasan JLS Pantai Pancer, Kecamatan Puger, usai agenda Pro Guse Update, Minggu (16/8/2026). (Foto: Disporabudpar Jember)
Bupati Jember, Muhammad Fawait tinjau salah satu destinasi wisata di kawasan JLS Pantai Pancer, Kecamatan Puger, usai agenda Pro Guse Update, Minggu (16/8/2026). (Foto: Disporabudpar Jember)

JEMBER-Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran Rp3 triliun untuk melanjutkan pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di wilayah Jember, yang direncanakan mulai dikerjakan akhir tahun ini.

Proyek strategis nasional ini digadang-gadang menjadi kunci pembuka gerbang investasi bagi kawasan wisata pantai selatan yang selama ini masih tertinggal dari sisi pengembangan.

Kepastian tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait saat menghadiri program Pro Guse Update di kawasan Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Minggu (16/8/2026).

Kepala Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger, Mahfudz, yang mewakili para kepala desa di wilayah Jember Selatan, mempertanyakan progres pengembangan wisata di sepanjang garis pantai mulai dari Paseban di Kecamatan Kencong hingga Bandealit di Kecamatan Tempurejo.

Mahfudz menyebut, potensi pantai di wilayah tersebut sangat besar, mengingat garis pantainya merupakan yang terpanjang di Kabupaten Jember.

“Kami berharap lahan milik Perhutani dapat dibuka bagi investor dari luar daerah, menyusul keberhasilan program pemerintah kabupaten yang telah menghidupkan kembali geliat wisatawan di Pantai Watu Ulo dan Papuma,” ujarnya.

Menjawab aspirasi tersebut, Fawait mengatakan, pihaknya tengah fokus membenahi Watu Ulo dan Papuma, sembari terus memperjuangkan pengembangan kawasan pesisir selatan lainnya, mulai dari Kecamatan Jombang, Kencong, Gumukmas, Puger, hingga Bandealit di Kecamatan Tempurejo.

“Akhir tahun ini, akan dimulai kembali pembangunan Jalur Lintas Selatan dengan anggaran Rp3 triliun. Dan kita pastikan pemerintah pusat sudah menganggarkan. Kita kawal terus,” kata Gus Fawait, sapaan dia.

Bupati berlatar belakang santri ini menegaskan, meski proyek JLS merupakan program pemerintah pusat, bukan berarti pemerintah daerah tidak memiliki andil. Menurutnya, ada upaya aktif dari Pemkab Jember untuk terus mendorong percepatan penyambungan JLS yang akan menghubungkan wilayah Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi.

Gus Fawait juga optimistis, begitu JLS tersambung, arus investasi ke kawasan pesisir selatan Jember akan mengalir deras. Ia turut menyinggung pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, yang sempat menuai pertanyaan publik, karena dibangun di kawasan JLS.

Namun menurutnya, hal itu justru merupakan langkah strategis menyambut ramainya kawasan selatan pascarampungnya JLS. “Saya yakin, ketika JLS ini sudah tersambung, maka investor akan banyak datang ke tempat ini,” ucapnya.

Di akhir jawabannya, Gus Fawait meyakinkan seluruh kepala desa dan warga yang hadir, bahwa pembangunan kawasan pantai selatan akan terus dikawal hingga tuntas.

“Enggak usah khawatir, selama saya masih ada di sini dan presidennya Bapak Prabowo, saya akan tuntaskan untuk kemajuan daerah pantai selatan,” pungkasnya. (rus)



Kunjungi Kami di Google News:

google news
Exit mobile version