JEMBER-Sektor pangan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendapat gelontoran anggaran cukup besar sepanjang 2026.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut, nilainya mencapai Rp221,7 miliar, hasil gabungan program dari pemerintah pusat, Provinsi Jawa Timur, dan APBD Kabupaten Jember.
Hal itu disampaikan Fawait dalam program Pro Guse Update di kawasan Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Minggu (16/8/2026).
“Kalau ditotal untuk sektor ini saja, untuk sektor perkebunan dan pertanian, kita sudah menganggarkan dan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, termasuk penganggaran dari APBD Jember, sebesar Rp221,7 miliar,” kata Gus Fawait, sapaan pemimpin muda dari kalangan santri tersebut.
Menurutnya, anggaran itu tersebar ke sejumlah program di sektor perkebunan dan pertanian. Untuk komoditas tebu, misalnya, pemerintah mengalokasikan Rp37 miliar untuk bongkar ratun seluas 2.580 hektare, Rp6 miliar untuk pengadaan tiga unit traktor roda empat, serta Rp6,2 miliar untuk 40 unit irigasi pompanisasi (Irpom).
Di sektor perkebunan lain, ada bantuan bibit kopi robusta senilai Rp9,9 miliar dan bibit serta sarana pohon kelapa Rp1,5 miliar. Sementara untuk tanaman pangan, pemerintah menggelontorkan bantuan benih jagung Rp5,9 miliar, bibit kedelai 43 ribu kilogram senilai Rp1,3 miliar, dan bantuan benih padi Rp11,6 miliar.
Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) juga mendominasi alokasi anggaran. Di antaranya 84 unit hand traktor roda dua tercatat Rp3 miliar, 29 unit traktor roda empat sebesar Rp13 miliar, 14 unit kultivator senilai Rp664 juta, 25 unit rice transplanter Rp1 miliar, 16 unit combine harvester Rp7,5 miliar, 15 unit drone pertanian Rp3 miliar, dan dua unit vertical dryer senilai Rp24 miliar.
Selain alsintan, anggaran juga dialokasikan untuk optimalisasi lahan seluas 7.070 hektare senilai Rp38,9 miliar, irigasi pompanisasi untuk 242 hektare senilai Rp37 miliar, serta bantuan operasi pemeliharaan sebanyak 90 unit senilai Rp9 miliar.
Gus Fawait menegaskan, besarnya anggaran itu sebagai bukti keberpihakan pemerintah terhadap sektor pangan. “Ini adalah bentuk konkret keberpihakan kita untuk mempertahankan sektor pangan,” ujarnya.
Kendati demikian, berdasarkan penjumlahan atas seluruh item program yang dipaparkan Gus Fawait, ada selisih angka dari total anggaran sektor pertanian dan perkebunan Jember 2026 yang tercatat sekitar Rp216,4 miliar.
Ditemukan selisih sekitar Rp5,2 miliar atau sekitar 2,4 persen dari angka Rp221,7 miliar yang disebutkan bupati. Selisih tersebut kemungkinan berasal dari pembulatan pada masing-masing item anggaran, atau adanya komponen program lain yang tidak disebutkan secara rinci saat pemaparan berlangsung.
Di luar anggaran sektor pangan tersebut, Gus Fawait juga menyebut adanya anggaran pembangunan jaringan irigasi daerah (JIAD) Kabupaten Jember 2026 senilai Rp828 miliar. Jumlah yang disebutnya sebagai salah satu yang terbesar bagi Kabupaten Jember sepanjang 81 tahun Indonesia merdeka.
“Ini merupakan tanda bahwa keberpihakan Pemerintah Kabupaten Jember dan keberpihakan Presiden Prabowo kepada masyarakat, kepada sektor pangan, kepada sektor infrastruktur pengairan dan jalan termasuk kepada sektor pendidikan tidak perlu kita ragukan lagi,” ungkapnya.
Gus Fawait turut membandingkan alokasi anggaran sektor pertanian pada 2026 dengan tahun sebelumnya. Pada 2025, ia menyebut total anggaran untuk optimalisasi lahan pertanian dari berbagai sumber mencapai sekitar Rp110 miliar.
Rinciannya, APBD Jember mengalokasikan Rp7,9 miliar untuk optimalisasi lahan seluas 8.375 hektare. Dari APBN, ada Rp10 miliar lebih untuk optimalisasi lahan 724 hektare, Rp10,7 miliar untuk jaringan irigasi air tanah di 154 hektare, dan Rp39,9 miliar untuk jaringan irigasi seluas 2.725 hektare.
Sementara Provinsi Jawa Timur turut menyumbang Rp32,6 miliar untuk optimalisasi lahan, sementara Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) dari APBN mengalirkan Rp9,1 miliar untuk 47 titik.
“Maka, Saudara-saudara, kalau kita jumlah tahun 2025 dan tahun 2026 kurang lebih ada sekitar 300 sampai 350 miliar untuk sektor pertanian. Baik itu yang bersumber dari APBN, APBD provinsi, maupun APBD Kabupaten Jember,” jelas Gus Fawait.
Berdasarkan penjumlahan, total anggaran dua tahun tersebut memang berkisar antara Rp326,6 miliar hingga Rp331,9 miliar. Angka ini konsisten dengan kisaran yang disampaikan Bupati Jember. (rus)













