Inovasi kearifan lokal untuk kesehatan usus yang lebih baik!
Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sedang melakukan penelitian potensial dengan memberikan solusi baru dalam pencegahan penyakit kanker kolorektal. Tim ini dinamakan Arenga pinnata yang dipimpin oleh Muhammad Naufal bersama anggotanya: Dakota Ramadhan, Ihsan Tirta Athallah, Neysa Almira Dinapatsy, dan Yazhid Naufal Satria dengan dukungan dosen pembimbing, Dr. Dessy Arisanty, S.Si., M.Sc. yang memiliki rekam jejak penelitian di bidang biologi molekuler.
Penyakit kanker kolorektal diprediksi berpotensi meningkat secara luas terutama pada usia produktif dengan angka kasus sekitar 15,9 dan 10,1 per 100000 orang di Indonesia. Angka ini didominasi oleh laki-laki dengan angka sekitar 81%. Beberapa penyebab seperti faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup mendukung perkembangan penyakit ini. Suatu kondisi yaitu disbiosis menjadi tanda awal dari kanker kolorektal yang mengubah jumlah mikroba pada usus. Hal ini menyebabkan peradangan kronis, perubahan pada sistem pertahanan tubuh, dan gangguan komunikasi antar sel tubuh.
Oleh sebab itu, penelitian ini berpusat pada pendalaman manfaat air nira aren sebagai solusi preventif berbasis kearifan lokal dan berpotensi memberikan efek terapeutik. Air nira aren memiliki kandungan yang mampu merangsang pertumbuhan bakteri usus untuk berperan dalam pencegahan kanker kolorektal. Peran ini juga berkaitan dengan media pertumbuhan mikroorganisme dari air nira aren yang mampu menghasilkan senyawa potensial, yaitu short-chain fatty acids (SCFA), salah satunya butirat yang berperan penting dalam menjaga kesehatan usus.
Metode penelitian yang digunakan oleh tim Arenga pinnata adalah melalui studi eksperimental in vivo yang dimodelkan pada hewan mencit kanker kolorektal dan bioinformatika untuk menganalisis interaksi molekuler metabolit air nira aren.

“Penelitian ini merupakan integrasi antara budaya Sumatra Barat untuk mengembangkan air nira aren sebagai solusi pengobatan terapeutik berbasis lokal dengan upaya penangan kesehatan dalam penurunan kasus kanker kolorektal,” ucap Muhammad Naufal.
Peneliti mengharapkan keberhasilan dari penelitian ini dapat menjadi landasan awal dalam mendorong inovasi melalui produk dalam negeri untuk kemajuan kesehatan masa depan.
(*)












