BUTON TENGAH-Meski baru memimpin Kabupaten Buton Tengah (Buteng) selama 16 bulan, Bupati Dr. H. Azhari bersama Wakil Bupati Adam Basan mengklaim berhasil menghadirkan sejumlah program strategis pemerintah pusat yang merupakan bagian dari agenda Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Azhari, menghadirkan program nasional ke daerah bukan perkara mudah. Selain kuota yang terbatas, dibutuhkan komunikasi dan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat agar daerah memperoleh prioritas pembangunan.
Berbekal pengalaman sebagai akademisi dan jejaring yang dimiliki di tingkat nasional, Azhari menyebut Buton Tengah berhasil mendapatkan berbagai program dengan nilai investasi mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah.
Salah satunya adalah program Quick Win Presiden untuk peningkatan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton Tengah dari tipe D menjadi tipe C dengan nilai anggaran sekitar Rp170 miliar.
Di bidang pendidikan, Buton Tengah juga ditetapkan sebagai salah satu daerah rintisan Sekolah Rakyat (SR) 2025, program yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Selain itu, pemerintah daerah berhasil mengusulkan pembangunan Gudang Pangan bekerja sama dengan Perum Bulog. Dari sekitar 40 usulan kabupaten dan kota di Indonesia, Buton Tengah disebut menjadi salah satu daerah dengan kesiapan lahan dan persyaratan paling lengkap.
Azhari juga terus mendorong terwujudnya visi Buton Tengah sebagai kota pendidikan melalui usulan Sekolah Garuda, program pendidikan unggulan berbasis sains dan teknologi yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo.
Tak berhenti di situ, Buton Tengah juga masuk dalam target pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) tahun 2026. Dari 36 sekolah yang direncanakan secara nasional, Buton Tengah menjadi salah satu daerah perintis.
Pada jenjang pendidikan tinggi, Pemkab Buteng mengusulkan pembangunan kampus berbasis Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) yang direncanakan bernama Universitas Republik Indonesia (URI). Saat ini, pengembangan dimulai melalui Fakultas Sains, Teknologi, dan Kemaritiman di Kampus B USN Kolaka, Mawasangka.
Di sektor ekonomi maritim, Pemkab Buteng juga menggagas program Trans Maritim bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Trans Patriot.
Program tersebut diharapkan menjadi model pengembangan kawasan pesisir berbasis budidaya hasil laut seperti lobster, ikan teri, udang galah, dan kepiting rajungan.
Menurut Azhari, budidaya lobster memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Dalam satu karamba yang berisi 500 hingga 700 ekor lobster, masyarakat dapat memperoleh pendapatan hingga ratusan juta rupiah setelah masa pemeliharaan sekitar 10–12 bulan.
Di bidang sosial, Kementerian Sosial RI juga menyetujui pembentukan Kampung Siaga Bencana di Buton Tengah. Sebanyak 250 warga akan dilatih menjadi relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) serta didukung pembangunan gudang logistik kebencanaan.
Sementara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Pemkab Buteng bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Sulawesi Tenggara guna menyiapkan tenaga kerja di sektor pariwisata, khususnya pengelolaan vila wisata.
“Inilah sedikit kado yang bisa kami berikan pada Hari Ulang Tahun ke-12 Kabupaten Buton Tengah,” ujar Azhari saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-12 Kabupaten Buton Tengah di halaman Kantor Bupati, Kamis (23/7/2026).
Meski demikian, Azhari mengakui masih banyak harapan masyarakat yang belum dapat diwujudkan, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena hingga kini sejumlah ruas jalan masih mengalami kerusakan.
Namun, melalui APBD Perubahan tahun 2026, pemerintah daerah berkomitmen memperbaiki ruas jalan di Kecamatan Sangia Wambulu dan Wasilomata.
Selain itu, pemerintah juga telah mengamankan anggaran sebesar Rp33 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk pembangunan jalan menuju Sekolah Rakyat hingga Kelurahan Lamiliar dengan lebar 11–13 meter.
Di sektor transportasi, Pemkab Buteng bersama PT ASDP Indonesia Ferry juga akan membuka rute penyeberangan Mawasangka–Kasipute, melengkapi layanan yang sebelumnya telah dibuka pada lintasan Mawasangka–Talaga–Dongkala.
Menutup sambutannya, Azhari mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama membangun Buton Tengah serta memberikan kritik yang membangun terhadap jalannya pemerintahan.
“Jika suatu saat kami lebih mementingkan kepentingan pribadi atau keluarga dibanding kepentingan masyarakat, maka saya meminta masyarakat untuk mengingatkan kami,” tegasnya. (uzi)











