JAKARTA-Pada 2022, Indonesia kalahkan Curacao dua kali dalam FIFA Matchday di Jakarta. Dua kali main, dua kali pula pasukan Shin Tae-yong menang. Cuma saja, Curacao melaju ke PIala Dunia 2026, Indonesia tidak.
Di penyisihan grup Piala Dunia 2026, Jerman terlalu kuat bagi Curacao. Pertandingan di Grup E Piala Dunia 2026, Senin (15/6) dini hari WIB, di NRG Arena, Houston. Tim asuhan Julian Nagelsmann membantai Curacao 7-1.
Tujuh Gol Jerman, peraih empat gelar juara Piala Dunia ini, dicetak oleh Felix Nmecha, Nico Schlotterbeck, Kai Havertz (Brace) di babak pertama. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 3-1. Selanjutnya, di babak kedua, Jerman menambah empat gol lagi melalui Jamal Musiala, Nathaniel Brown, Deniz Undav. Curacao sempat menyamakan skor pada menit ke-21 melalui Juninho Comenencia.
Grup E Piala Dunia yang mempertemukan Jerman dan Curacao ini disaksikan 68.021 penonton. Die Mannschaft sempat mendapat perlawanan sebelum akhirnya menunjukkan perbedaan kualitas yang sangat jelas.
Tim asuhan Julian Nagelsmann sempat dibuat bekerja keras setelah Curacao mampu menyamakan skor pada babak pertama. Namun, Jerman tetap tenang dan perlahan mengambil alih pertandingan, dimulai dari gol lewat situasi bola mati sebelum pesta gol benar-benar terjadi.
Curacao sempat mencuri perhatian melalui gol bersejarah Livano Comenencia. Akan tetapi, serangan demi serangan Jerman sulit dihentikan. Nico Schlotterbeck, Kai Havertz, Jamal Musiala, dan Felix Nmecha bergantian mencatatkan nama di papan skor dalam laga yang berlangsung timpang hingga peluit akhir.
Selain produktif di depan gawang, sejumlah pemain Jerman juga membukukan statistik impresif sepanjang pertandingan. Cara mereka merespons tekanan setelah kebobolan menjadi salah satu hal yang paling mendapat perhatian usai laga.
Gol balasan Curacao sempat mengingatkan publik pada kegagalan Jerman di fase grup Piala Dunia 2018 dan 2022. Namun kali ini, situasinya berbeda. Tim asuhan Nagelsmann mampu bangkit dengan cepat dan menunjukkan kedewasaan dalam mengendalikan pertandingan.
Gol sundulan Nico Schlotterbeck dari sepak pojok pada menit ke-38 menjadi titik balik yang menentukan. Sejak saat itu, Jerman menguasai permainan sepenuhnya dan terus menekan pertahanan lawan tanpa memberi banyak ruang untuk bernapas.
“Curacao mencetak gol penyeimbang melalui apa yang saya rasa sebagai tembakan pertama mereka ke gawang kami. Setelah itu, menarik melihat bagaimana kami merespons situasi tersebut,” kata pelatih Jerman, Julian Nagelsmann.
“Kami mencoba mencari peluang dalam serangan, berusaha mencetak lebih banyak gol, lalu mendapatkan situasi bola mati yang sangat penting untuk kembali unggul,” lanjutnya. (*)





