Tak Mau Kalah dengan Piala Dunia 2026, Guru-guru Solok Selatan Unjuk Kebolehan di Lapangan Hijau

PGRI Solok Selatan Aktif Lewat Sepak Bola, Perkuat Solidaritas dan Dekat dengan Masyarakat
PGRI Solok Selatan Aktif Lewat Sepak Bola, Perkuat Solidaritas dan Dekat dengan Masyarakat

SOLOK SELATAN-Tak mau kalah dengan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, guru-guru di Solok Selatan juga unjuk kebolehan dalam mengolah bola.

Sepak bola menjadi salah satu sarana olahraga yang dimanfaatkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Solok Selatan untuk memperkenalkan organisasi beserta tujuh cabang PGRI kepada masyarakat, baik di tingkat kabupaten maupun Sumatera Barat.

Setiap cabang PGRI di Solok Selatan memiliki klub olahraga, termasuk sepak bola, yang aktif mengikuti berbagai turnamen dan kegiatan olahraga di tingkat nagari, kecamatan, kabupaten, serta ajang yang diselenggarakan oleh masyarakat dan berbagai lembaga, baik di dalam maupun di luar Kabupaten Solok Selatan.

Selain memperkenalkan organisasi, keikutsertaan PGRI dalam berbagai kompetisi olahraga juga bertujuan memperkuat soliditas dan solidaritas antaranggota. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mengampanyekan pola hidup sehat melalui olahraga serta menghadirkan hiburan yang edukatif bagi masyarakat.

Ketua PGRI Solok Selatan, Asbandi, Sabtu (20/6/2026) mengatakan, klub PS PGRI Solok Selatan saat ini masih melanjutkan kiprahnya dalam Turnamen PSKB Cup U-30 yang digelar di Lapangan Bancah, Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu.

“PS PGRI Solok Selatan akan memasuki babak perempat final pada 29 Juni 2026 dan akan menghadapi PGRI Gunung Tujuh dari Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi,” ujar Asbandi.

Ia menjelaskan, sehari sebelumnya PGRI Cabang Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) melalui tim PGRI KPGD FC bertanding pada Turnamen Nagari Lolo Cup I. Meski harus mengakui keunggulan lawan melalui adu penalti, tim tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi.

Sementara itu, pada hari yang sama, PGRI SUPA DUO FC yang merupakan gabungan anggota PGRI dari Kecamatan Sungai Pagu dan Pauh Duo berhasil meraih kemenangan atas tuan rumah Lolo All Star FC melalui adu penalti dengan skor 6-5.

Menurut Asbandi, aktivitas olahraga yang konsisten dilakukan PGRI Solok Selatan hingga tingkat cabang mendapat perhatian luas dari masyarakat. Setiap pertandingan yang diikuti klub-klub PGRI selalu dipadati penonton yang antusias menyaksikan penampilan para guru di lapangan.

“Masyarakat tertarik melihat permainan para guru. Meski sebagian besar pemain tidak lagi berusia muda, mereka tetap menunjukkan semangat, kekompakan, dan kemampuan yang baik,” katanya.

Asbandi mencontohkan penampilan PGRI SUPA DUO FC yang harus menjalani laga sengit hingga babak adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol pada waktu normal.

Kiper PGRI SUPA DUO FC, Doni, yang berusia sekitar 40 tahun, tampil gemilang dengan beberapa kali melakukan penyelamatan penting. Sementara enam eksekutor penalti, yakni Ikbal, Vicky, Mul, Amin, Febro, dan Anto, berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Kemenangan 6-5 tersebut memastikan PGRI SUPA DUO FC melaju ke babak 16 besar yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Juli 2026.

Asbandi mengaku selalu mendampingi PGRI SUPA DUO FC dalam setiap pertandingan sebagai manajer sekaligus pelatih. Ia menekankan kepada para pemain untuk selalu menampilkan permainan yang menarik dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Kami tidak membebani tim dengan target kemenangan. Tujuan utama keikutsertaan PS PGRI Solok Selatan maupun klub-klub cabang adalah membangun tali persaudaraan, mempererat hubungan dengan masyarakat dan menjadikan PGRI sebagai teladan di tengah masyarakat,” tutup Asbandi. (Jup)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *