Daerah  

Pria di Serdang Bedagai Temukan Ramuan Tradisional untuk Penyakit Gula

Pian saat menjemur bonggol batang pisang monyet
Pian saat menjemur bonggol batang pisang monyet

SERGAI-Kisah unik datang dari Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Seorang peracik obat tradisional bernama Pian (36), warga Dusun II, Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin, kini dikenal luas setelah ramuan tradisional buatannya viral di media sosial dan diklaim membantu banyak penderita penyakit gula.

Pian yang memiliki sekitar 145 ribu pengikut di Facebook mengaku mulai menekuni dunia pengobatan tradisional sekitar setahun terakhir. Ramuan yang diraciknya disebut-sebut digunakan untuk membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan seperti diabetes, asam urat, hipertensi, kolesterol, hingga gangguan lambung.

Di sela aktivitasnya, Kamis (11/6/2026), Pian menceritakan awal mula dirinya meracik obat tradisional tersebut. Menurutnya, inspirasi itu muncul saat sang ibu menderita penyakit gula selama hampir empat tahun hingga kondisi kedua kakinya mengalami luka serius dan terancam diamputasi.

“Saat itu saya bekerja sebagai pengomben padi di luar daerah. Namun pikiran saya selalu tertuju kepada kondisi ibu yang sedang sakit,” ujarnya.

Pian mengaku mengalami peristiwa yang tak biasa ketika sedang tertidur. Dalam mimpinya, ia mendengar suara yang menyarankan agar meracik bonggol batang pisang monyet sebagai obat untuk ibunya.

“Saya langsung terbangun dan terkejut. Setelah pulang ke kampung, saya mencoba meracik bonggol batang pisang monyet sesuai petunjuk yang saya dengar dalam mimpi itu,” katanya.

Ramuan tersebut kemudian diberikan kepada ibunya secara rutin selama kurang lebih dua bulan. Pian mengklaim kondisi kesehatan ibunya berangsur membaik hingga luka pada kedua kaki yang sebelumnya bernanah sembuh.

Merasa mendapatkan hasil positif, Pian kemudian membagikan pengalamannya melalui akun Facebook “Babah Tama” miliknya. Tak disangka, unggahan tersebut mendapat perhatian luas dari warganet dan memicu banyak orang datang untuk mencoba ramuan yang dibuatnya.

Kini, usaha obat tradisional yang dirintisnya terus berkembang. Pian bahkan telah mempekerjakan tiga orang untuk membantu proses produksi ramuan tersebut.
Pelanggannya tidak hanya berasal dari Serdang Bedagai, tetapi juga dari berbagai daerah di Sumatera Utara seperti Medan, Rantauprapat, Tanjungbalai, hingga Aceh Tamiang.

Untuk proses pembuatannya, bonggol batang pisang monyet terlebih dahulu diracik dan dijemur hingga kering. Setelah itu, sekitar setengah kilogram bahan direbus menggunakan tujuh gelas air hingga tersisa tiga gelas.

“Ramuan diminum secara rutin dan tetap harus menjaga pola makan sesuai anjuran tenaga medis,” jelas Pian.
Meski demikian, klaim manfaat kesehatan dari ramuan tradisional tersebut belum melalui uji klinis medis yang dipublikasikan secara luas.

Masyarakat yang memiliki penyakit kronis tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan pengobatan alternatif.

Sementara itu, Kepala Desa Pematang Cermai, Misdi, mengaku mendukung usaha yang dijalankan warganya tersebut.

“Semoga usaha ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Banyak warga yang mengaku merasakan manfaat setelah mengonsumsi ramuan tersebut,” ujarnya.

Kisah Pian menjadi perhatian masyarakat karena berawal dari pengalaman pribadi merawat ibunya hingga kini berkembang menjadi usaha rumahan yang dikenal luas melalui media sosial. Keberhasilannya memanfaatkan platform digital juga menjadi contoh bagaimana usaha lokal dari desa mampu menjangkau konsumen lintas daerah. (ML.hrp)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *