Daerah  

Bulan Lalu, Pejabat Pemkab Kuansing Ramai-ramai Ganti Nomor HP

Ilustrasi. (gadgetren)
Ilustrasi. (gadgetren)

KUANSING-Lebih kurang sebulan lalu, pejabat Pemkab Kuansing ramai-ramai ganti nomor HP. Hal itu pulalah yang mengakibatkan wartawan sulit untuk konfirmasi sehubungan dengan isu OTT KPK yang muncul sejak Senin (29/6/2026).

Wartawan tak bisa hubungi bupati, wakil bupati dan sekda. Padahal, ketika isu OTT mencuat, pejabat penting itu perlu dikontak.

Ketika ditanya wartawan sehubungan dengan fenomena ganti nomor itu, pejabat itu menyebut, “Biasa lah dinda. Masa dinda tak paham.”

Pejabat lain berdalih, “Ganti nomor sebentar, nanti kembali gunakan nomor lama.”

Kini bisa dibuat hipotesa, bisa jadi pejabat itu telah masuk radar KPK. Mereka sadar mulai dibidik dalam operasi senyap. Namun, mereka terlambat, diduga tetap saja melakukan transaksi.

Akibatnya, terjadilah OTT pada Senin subuh.

Menurut KPK, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnaen menghilang saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kuansing, Riau. KPK menelusuri dugaan informasi OTT itu bocor.

“Kami akan terus menelusuri informasi tersebut. Yang pasti memang tim melakukan pencarian kepada pihak terkait di antaranya Bupati dan Sekda yang sampai saat ini belum ditemukan posisinya,” kata jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/6/2026) yang dikutip dari detikcom.

Budi mengatakan keberadaan Bupati Suhardiman dan Sekda Zulkarnaen masih dalam pencarian. KPK meminta keduanya untuk kooperatif.

Secara teknologi, jika ponsel sudah terinfeksi spyware atau malware, mengganti nomor tidak akan membantu. Perangkat yang sama tetap bisa dipantau sampai perangkat dibersihkan atau di-reset.

Kemungkinan lain, ada orang dalam yang memberi tahu tentang perubahan nomor itu ke penegak hukum, sehingga bisa disadap dan si pemilik nomor tak sadar. Namun semuanya cuma spekulasi dan entahlah! (ridho)



Kunjungi Kami di Google News:

google news
Exit mobile version