Daerah  

Pembunuh Lansia di Rumbai Ditangkap, Warga Apresiasi Polisi, Masyarakat Ingin Pelaku Dihukum Mati

Jumpa pers pengungkapan kasus pembunuhan di Rumbai, Pekanbaru.
Jumpa pers pengungkapan kasus pembunuhan di Rumbai, Pekanbaru.

PEKANBARU-Masyarakat apresiasi kinerja polisi yang dengan cepat menangkap pelaku pembunuhan lansia di Rumbai. Polisi memburu pelaku hingga keluar provinsi.

“Kinerja yang bagus,” ujar Helfizon, warga Pekanbaru, Minggu (3/5/2026). Dia menambahkan, aksi pembunuhan itu sungguh kelewat batas. Sebaiknya, pelaku dijatuhi hukuman mati.

Bukan sekadar menjatuhkan vonis mati, tapi nantinya benar-benar dieksekusi. Masyarakat ingin melihat hukum tegak dan adil. Majelis hakim nantinya jangan ragu untuk memberikan hukuman maksimal.

Sebanyak empat pembunuh wanita di Pekanbaru bernama Dumaris Boru Sitio (60) ditangkap polisi. Para pelaku sempat kabur ke Aceh hingga Sumatera Utara.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra dalam konferensi pers, Minggu (3/5/2026), mengatakan pelaku bisa dibekuk pada Sabtu (2/4/2026). Pandra mengakui pengejaran para pelaku ini tidak mudah.

“Tanggal 2 April 2026, pelaku dapat ditangkap dan dibawa ke Polresta Pekanbaru, pengejaran ini tidaklah mudah,” jelas Pandra.

Ia menyebut para pelaku melarikan diri ke luar Provinsi Riau. Ada yang kabur ke Sumut, ada pula yang ke Aceh.

“Pelaku begitu melakukan aksinya pelaku sempat melarikan diri ke wilayah di luar wilayah hukum provinsi Polda Riau, ini sudah sampai ke wilayah Sumatera Utara dan sudah sampai ke provinsi Nanggroe Aceh Darussalam,” ujar Pandra.

Diberitakan sebelumnya, Dumaris ditemukan tewas di dalam rumahnya di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, pada Rabu (29/4/2026) siang. Korban ditemukan oleh suaminya, Salmon Mena, dalam kondisi tergeletak bersimbah darah.

Rekaman CCTV mengungkap jejak para pelaku. Dari empat pelaku tersebut, salah satunya diduga wanita berinisial AF, yang merupakan menantu korban.

Detik-detik aksi pembunuhan itu juga terekam jelas di kamera CCTV. Awalnya, para pelaku datang menggunakan mobil hitam.

Seorang wanita berkaus hitam yang diduga adalah menantu korban berinisial AF masuk ke halaman rumah disusul wanita lain yang mengenakan jaket hoodie warna biru. Tak lama kemudian, dua pria menyusul keduanya.

Tak lama setelah itu, korban keluar dari dalam kamar dan membuka pintu menyambut ‘tamu’ tersebut. Wanita yang diduga menantunya sempat menyalami korban.

Entah apa yang mereka bicarakan. Namun, situasi saat itu terlihat normal-normal saja.

Hingga kemudian seorang pria yang diduga selingkuhan AF datang sambil membawa kayu balok. Seketika itu ia memukulkan kayu tersebut ke kepala korban hingga terkulai. (ES)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *