JAKARTA-Kabinet Prabowo-Gibran makin gemuk. Bila sebelumnya telah ada wakil menteri, kini ada pula wakil Menteri koordinator.
Saatnya rakyat Indonesia mengumandangkan, “Hidup efisiensi.” Ucapkan agak 100 kali sebagai pertanda gembira dan membuktikan negara ini cuma omon-omon bilang tentang efisiensi.
Efisiensi ndasmu. Kalau mau efisiensi, struktur dan lembaga negara harus dikurangi. Bukan malah ditambah atas nama bagi-bagi kekuasaan.
Kalau kamu takut dicap antek-antek asing lantaran kritis terhadap pemerintahan, tak usahlah bilang, “Hidup efisiensi.” Zaman sekarang, sedikit-sedikit lapor polisi. Kritis pada pemerintah dianggap kebencian.
Selamat pada pejabat, kalau perlu, tambah menteri agak 2.000 orang lagi. Tanggung masalahnnya. Mumpung berkuasa, tintianglah dek kalian.
Presiden Prabowo Subinto, Senin (17/4/2026) melantik Hanif Faisol Nurofiq menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Penunjukan ini menambah daftar tugas strategis Hanif di kabinet pemerintahan.
Sebelumnya, Hanif menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) sejak 21 Oktober 2024.
Kini, sosok birokrat senior berlatar belakang kehutanan itu mendapat amanah baru di sektor pangan nasional.
Selama menjabat sebagai menteri lingkungan hidup, Hanif dikenal membawa agenda besar mulai dari penanganan sampah nasional, pengawasan kawasan industri, hingga diplomasi iklim Indonesia di level global. (*)









