Presiden Prabowo, Sudah Tapi Belum, Kalau Bukan Ayam Pasti Telur, Daging Mahal Bos

Presiden Prabowo Subianto. (detikcom)
Presiden Prabowo Subianto. (detikcom)

PADANG-Indonesia sekarang memiliki presiden yang bernama Prabowo Subianto. Dia menang pilpres bersama Gibran.

Prabowo sudah presiden. Tapi, seolah merasa belum jadi presiden. Tiap sebentar menyebut, “Siap mati demi rakyat.”

Tiap sebentar punya menyebut, ” Akan mengejar koruptor.”

Tiap sebentar pula menyatakan, “Hei koruptor kembalikan uang kamu nyolong.”

Kalimat-kalimat itu berarti dia sudah tahu situasi dan paham persis tentang siapa yang mencuri uang negara ini. Tapi, dia tak mengambil tindakan apa-apa.

Presiden Prabowo belum terlihat upaya nyata dalam memperbaiki bangsa Indonesia. Makanya, Prabowo memang sudah jadi presiden, sudah tapi belum.

Kalimat demi kalimat yang disampaikan Prabowo kental sekali aura kampanyenya. Padahal, dia sudah jadi presiden.

Kalau memang sudah paham tentang siapa yang korupsi, harusnya dia ambil Tindakan tegas, sehingga ke depan tak ada lagi orang mau korupsi. Harus ada Tindakan yang menimbulkan efek jera. Presiden Prabowo masih terlibat dengan retorika alias omon-omon.

Hei, Prabowo, sudah tapi belum. Sekarang bukan lagi menyatakan akan, akan, akan dan akan, tapi eksekusi nyata yang diperlukan.

Perlu juga diketahui, banyak menteri yang salah beri data ke Prabowo. Misalnya, soal makan bergizi gratis.

Kepala BGN melaporkan, penerima makan bergizi gratis diberi satu ekor lele.

Penerima malah bertanya balik. “Kapan dan di sekolah mana.”

Kepala BGN juga menyatakan dalam rapat kabinet, penerima MBG diberi daging, bahkan satu sapi untuk tiap dapur MBG. Lagi-lagi, pelajar bertanya, “Kapan dan di sekolah mana itu.”

Yang nyata dalam MBG adalah, lauknya kalau bukan telur, pasti ayam satu potong.

Daging mahal bos! (*)



Kunjungi Kami di Google News:

google news
Exit mobile version