PADANG-Pelatih tim nasional Indonesia, asal Lubuk Nyiur, Pesisir Selatan, Sumatera Barat kini jadi perbincangan. Ada yang membela dia, ada pula warga yang merujak dia.
Hal itu lantaran tim asuhannya gagal ke semifinal Sea Games cabang sepak bola. PSSI kemudian mencopot Indra dari kursi kepelatihan Timnas U-23. Dia juga tak lagi duduk di kepengurusan PSSI. Tak ada lagi ikatan antara dia dengan federasi.
Indra Sjafri pernah jadi direktur teknik di PSSI di era kepengurusan Erick Thohir. Indra juga pernah jadi pemantau bakat pemain muda. Kini, semuanya sudah berakhir.
Indra Sjafri dipuji ketika berprestasi. Banyak sejarah memang yang diukir Indra Sjafri bersama tim nasional Indonesia. Indra Sjafri juga mempersembahkan medali emas Sea Games bagi Indonesia setelah 32 tahun tak pernah dapat medali itu.
Jawa Timur merupakan provinsi bersejarah bagi Indra Sjafri. Sebab, pertama kali Indonesia juara Piala AFF ketika bertanding di Sidoarjo. “Jawa Timur provinsi bersejarah bagi timnas,” kata dia.
Indra Sjafri merupakan pelatih yang mempersembahkan banyak gelar bagi Indonesia. Pelatih asal Lubuk Nyiur, Kabupaten Pesisir Selatan itu telah dua kali meraih Piala AFF, mempersembahkan medali emas di Sea Games yang 32 tahun tak pernah diraih Indonesia.
Indra Sjafri juga dikenal sebagai mantan karyawan PT Pos. Dia pernah menjadi pemain PSP Padang.
Lalu, sejak kapan Indra Sjafri main bola? Mantan Kapolda Sumbar, Irjen (Purn) Fakhrizal menyebutkan, sejak kecil Indra Sjafri sudah berbakat jadi pemain bola.
Fakhrizal pernah satu sekolah dengan Indra Sjafri di SMA 2 Padang. Malah, dua tokoh asal Sumbar itu pernah berada satu tim di tim sepak bola SMA.
Ketika itu, Indra Sjafri menjadi panutan saat sekolah karena ketenangannya dalam bermain sepakbola. Dia juga sering membawa tim sekolah menjuarai berbagai turnamen.
“Coach In teman saya di SMA. Kami sering bermain bola bersama. Dia sudah berbakat sejak kecil,” ujarnya. (*)













