opini  

Mahasiswa Universitas Andalas Eksplorasi Potensi Daun Kayu Manis Sebagai Kandidat Antikanker Paru-paru

Mahasiswa Universitas Andalas Eksplorasi Potensi Daun Kayu Manis sebagai Kandidat Antikanker Paru-paru
Mahasiswa Universitas Andalas Eksplorasi Potensi Daun Kayu Manis sebagai Kandidat Antikanker Paru-paru

Tahukah kamu? Kanker paru-paru hingga kini masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (2022), penyakit ini menempati urutan kedua kasus kanker terbanyak di Indonesia, namun ironisnya menjadi penyebab kematian nomor satu akibat kanker.

Fakta ini cukup mengejutkan, karena meski pengobatan modern seperti kemoterapi dan radioterapi telah berkembang, masalah spesifisitas sel sering kali menimbulkan efek samping serius yang bahkan dapat membahayakan nyawa pasien.

Di tengah tantangan tersebut, tim Universitas Andalas melakukan riset inovatif untuk mencari alternatif pengobatan alami dari tumbuhan obat tradisional Indonesia.

Tim yang diketuai oleh Dinda Zulwitri (Kimia 2022) dengan anggota Muhammad Raihan Herfi Rasyiq (Kimia 2022), Muhammad Fadly Azzima (Kimia 2023), dan Melisa Maharani (Kimia 2024) di bawah bimbingan Prof. Dr. Suryati, M.Si, dosen Kimia Organik Bahan Alam Fakultas MIPA Universitas Andalas.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE), tim ini mengeksplorasi potensi antikanker minyak atsiri dari daun kayu manis (Cinnamomum burmanni) terhadap sel kanker paru A549.

Cinnamomum burmanni atau yang lebih dikenal dengan kayu manis merupakan tumbuhan endemik Indonesia yang banyak ditemukan di Sumatra Barat dan menjadi salah satu penghasil ekspor utama dunia.

Selama ini, masyarakat hanya memanfaatkan kulit batangnya sebagai rempah dan obat tradisional, sedangkan daunnya sering kali dibuang setelah panen. Padahal, daun kayu manis mengandung minyak atsiri yang kaya senyawa aktif dan berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan, termasuk aktivitas antikanker.

Dalam riset ini, digunakan sel kanker paru A549 sebagai model sel adenokarsinoma paru-paru manusia karena sekitar 85% kasus kanker paru tergolong Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) dan adenokarsinoma merupakan subtipe paling umum dari jenis kanker tersebut.

Sel ini bersifat proliferatif tinggi dan resisten terhadap kemoterapi, sehingga hasil uji terhadap sel ini dapat memberikan gambaran mengenai potensi senyawa sebagai antikanker paru.

Minyak atsiri daun kayu manis ini ditentukan potensi antikankernya melalui uji molecular docking dan uji MTT. Molecular docking merupakan sebuah metode komputasi berbasis genetika untuk menirukan interaksi pengikatan senyawa aktif minyak atsiri daun kayu manis dengan protein target kanker paru.

Sementara itu, uji MTT dilakukan secara eksperimental di laboratorium untuk membuktikan efek sitotoksik minyak atsiri terhadap sel kanker paru A549. Uji MTT ini mengukur viabilitas sel kanker setelah diberi perlakuan larutan uji minyak atsiri, sehingga dapat menunjukkan seberapa kuat kemampuan minyak atsiri dalam menghambat pertumbuhan sel kanker.

Selain untuk mengeksplorasi potensi antikanker dari minyak atsiri daun kayu manis, tim berharap riset ini menjadi rujukan dalam pengembangan obat kanker berbasis tumbuhan lokal Indonesia, khususnya kayu manis menjadi sediaan fitofarmaka yang aman dan selektif.

Lebih dari itu, riset ini juga diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa dan generasi muda agar berani menggali kekayaan alam Indonesia, meneliti, dan mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Dinda Zulwitri, mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas)



Kunjungi Kami di Google News:

google news
Exit mobile version