Namun, kalau jalan rusak itu di pusat keramaian lalu dibiarkan, maka itu keterlaluan. Sepahit-pahitnya anggaran, jalan yang dilalui ribuan orang tiap hari, tolonglah diperbaiki.
Jalan kabupaten di Kecamatan Kuantan Hilir, tepatnya simpang tiga jalan provinsi, sudah bertahun-tahun tidak tersentuh perbaikan.
Jalan itu ramai dilalui warga tiap hari. Entah kenapa jalan itu luput dari perhatian pemerintah daerah.
“Jalan memang cocok jadi kolam ikan lele atau ikan nila,” terang seorang pengendara, Udin, Selasa (21/10/2025).
Warga lainnya, Maswito menyebut, malu kalau jalan di nan rami itu tak diperbaiki. “Pak Bupati Kuansing tolonglah perbaiki. Malu kito,” kata dia.
Di sepanjang jalan tersebut, kiri dan kanann ada warung sembako. Seketika ada kendaraan yang melaju air yang menggenang akan berhamburan ke depan warung.
Ada sekitar 300 meter jalan yang rusak parah dan digenangi air Ketika musim hujan.
Warga berharap, walaupun belum bisa dibangun jalan yang layak, setidaknya ada solusi dari Dinas PUPR Kuansing untuk menimbun jalan itu dengan kerikil, biar tidak digenangi air dan berlubang.
Ada kisah menarik di balik jalan rusak itu. Ada warga yang hendak ke pasar dengan sepeda motor.
Pengendara sepeda motor itu bernama Minah. Dalam perjalanan, ada mobil yang melintas. Mobil itu melibas lubang, sehingga air di lubang menyambar pakaian Minah yang sejak awal sudah berdandan untuk ke pasar. Dia kena cipratan air. Kotor rok dia. Akhirnya dia ke pasar mati gaya.
“Basah rok ambo,” kata dia.
Dia menggerutu, namun sang sopir berlalu begitu saja. Tinggallah si Minah yang sudah mati gaya. (Ridho)













