SERGAI-Suasana duka menyelimuti Dusun 3, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (12/9/2025).
Ratusan warga, kepala sekolah, guru, hingga siswa SD dan SMP memadati rumah duka almarhum MZF (19), remaja yang menjadi korban tewas dalam bentrokan berdarah antar geng motor di Kota Tebing Tinggi.
Isak tangis tak terbendung mengiringi prosesi pemakaman. Ibu korban, YN tak henti-hentinya menangis menatap jenazah anaknya.
Sang ayah korban tampak terpukul dan tak kuasa membendung air mata saat jasad putranya diturunkan ke liang lahat di Tempat Pemakaman Umum Desa Nagur.
Korban MZF sebelumnya dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS Bhayangkara Tebing Tinggi akibat luka serius di bagian tubuhnya.
Ia kemudian dirujuk ke RS Horas Insani Pematang Siantar, namun nyawanya tak tertolong. Ia mengembuskan napas terakhir, Kamis (11/9/2025) sekitar pukul 20.45.
Menurut seorang saksi yang juga satu sahabat korban, malam sebelum kejadian, ia dan korban sempat bertemu dan pergi membeli makanan bersama di sekitar rumah mereka.
Setelah itu, mereka sempat pergi ke Desa Bagan Kuala untuk menenangkan pikiran.
Tak lama, Agung menerima telepon yang menyuruh koban segera datang ke suatu tempat.
Mereka kemudian bertemu dengan teman lainnya berinisial V dan bersama-sama menuju Dolok Masihul.
Di sana, mereka bertemu sekelompok pemuda yang sudah membawa senjata tajam.
“Saya dan V sempat melarang korban untuk ikut. Tapi dia bilang, ‘Gak apa-apa, kalian tunggu di sini saja’, lalu dia pergi bersama kelompok itu,” ujar saksi saat ditemui di lokasi pemakaman, Jumat (12/9/2025).
Korban bersama kelompok dari Dolok Masihul kemudian menuju arah Tebing Tinggi. Bentrokan dengan geng motor dari Tebing Tinggi pun tak terelakkan saat mereka bertemu di kawasan Paya Kuruk. Dalam peristiwa tragis itu, korban dikeroyok. (ML.hrp)













