Hari Olahraga Nasional Tanpa Menteri Olahraga

Gelora Bung Karno di Jakarta. (gbk.id)
Gelora Bung Karno di Jakarta. (gbk.id)

JAKARTA-Mungkin ada yang lupa, kalau 9 September tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional. Lazim disingkat Haornas.

Dulu, jelang Haornas biasanya digelar banyak iven olahraga, entah itu kejurnas, kejurda dan lain sebagainya.

Kini, Haornas malah tanpa Menteri Olahraga. Menteri sebelumnyam Dito Ariotedjo diberhentikan dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Senin (8/9/2025).

Namun, belum ada pengganti Menpora. Maka Haornas kali ini tanpa Menteri, namunj ada wakil menteri).

Dito Ariotedjo jadi Menpora kurang lebih selama 2,5 tahun atau tepatnya pada April 2023 hingga September 2025.

Haornas memiliki sejarah panjang sejak 1948, sampai akhirnya ditetapkan pada 9 September sebagai hari perayaannya.

Saat itu, Indonesia ditolak keikutsertaannya secara administratif di Olimpiade London, Inggris karena Indonesia belum diakui secara luas di dunia.

Atlet Indonesia bahkan pernah ditawari paspor Belanda agar bisa tampil di multievent paling bergengsi sejagat raya tersebut, namun Indinesia menolak dan tetap ingin bertanding mewakili bangsa sendiri.

Alhasil, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) bersama Persatuan Olahraga Republik Indonesia (kini bernama Komite Olahraga Nasional) menginisiasi Pekan Olahraga Nasional pada 9 September 1948 di Solo.

Selama 35 tahun setelahnya, tepatnya 9 September 1983, Presiden Soeharto menetapkan tanggal tersebut sebagai Haornas sekaligus meresmikan pemugaran Stadion Sriwedari di Surakarta.

Dikutuip dari detikcom, keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 tahun 1985 tentang Hari Olahraga Nasional. (*)



Kunjungi Kami di Google News:

google news
Exit mobile version