Daerah  

Air Sungai Kuantan Kembali Keruh, Haruskah Menunggu Pacu Jalur Tahun Depan Baru Bersih?

Air Batang Kuantan yang kembali keruh. (cakaplah.com)
Air Batang Kuantan yang kembali keruh. (cakaplah.com)

KUANSING-Pacu jalur di Kuansing telah berlalu. Air sungai yang sempat bersih, kini kembali keruh. Masyarakat pun bertanya, apakah harus menunggu penyelenggaraan pacu jalur tahun depan agar sungai itu bersih kembali?

Harusnya sungai yang airnya jernih bisa dipertahankan. Semuanya tinggal melanjutkan. Sayang, sungai yang sudah mulai dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, kini kembali seperti sediakala. Semua pihak harus saling menjaga. Hukum harus tegak. Bisa dibuat kalkulasi, mana yang lebih besar dampak kerusakan lingkungan dengan hasil yang diperoleh? Pasti, dampak lingkungan tak seimbang antara keuntungan dengan hasil yang didapat. Makanya, hentikan kembali tambang emas di sepanjang aliran sungai.

Diberitakan sebelumnya, air sungai Batang Kuantan kembali menguning. Padahal, waktu pacu jalur, air bening, sehingga ikan yang berenang pun kelihatan.

Belum terlalu pacu jalur berlalu, air sungai kembali ke stelan pabrik. Air sungai tak layak untuk mandi, apalagi untuk minum.

Kuat dugaan, aliran sungai keruh akibat tambang emas tanpa izin aktif lagi.

Tambang emas tanpa izin itu diduga aktif lagi di daerah hulu. Batang Kuantan hulunya ada di Sumatera Barat, wilayah Sijunjung dan Dharmasraya.

Warga tak lagi mandi di Tepian Narosa, Tepian Pincuran Sati Benai, Tepian Rajo Pangean dan lokasi lainnya.

“Ondeh. Keruh lagi air Kuantan. Tak bisa mandi lagi,” kata pemerhati wisata Dolva Suhendra kepada wartawan, Kamis (4/9/2025) yang dikutip dari cakaplah.com.

Sebelumnya, Bupati Kuansing Suhardiman Amby meminta agar warga Sumatera Barat menghentikan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di hulu sungai Kuantan. Jika tidak dihentikan, ia mengancam membangun bendungan di bagian hulu sungai ini. (*)



Kunjungi Kami di Google News:

google news
Exit mobile version