Daerah  

Royalti Musik Jadi Polemik, Bus AKAP dan Pariwisata Kini Melaju dalam Sunyi

Bus SAN lewati tikungan ekstrim Sitinjau Lauik. (detikcom)
Bus SAN lewati tikungan ekstrim Sitinjau Lauik. (detikcom)

PADANG-Bus AKAP maupun pariwisata kini melaju dalam sunyi. Tak ada lagi musik yang dinikmati selama perjalanan.

Padahal, musik merupakan hiburan murah dan bisa mengatasi kejenuhan dalam perjalanan jauh.

Bus Sumbar dengan rute Padang-Medan, Sumbar-Jakarta, Sumbar-Bengkulu serta Sumbar-Jambi tak lagi menyetel lagu. Penumpang juga tak bisa karaoke.

Bus pariwisata pun tak kalah sunyi. Biasanya, para emak-emak paling riuh kalau sudah berwisata.

Gaduhnya polemik royalti musik berimbas pada pemutaran musik di kendaraan umum. Sejumlah bus antar kota antar provinsi (AKAP) memilih berjalan hening tanpa memutar musik di sepanjang jalan.

Sejak pemerintah mengeluarkan aturan royalti, penumpang bus juga tak komplain. Penumpang memahami para kru yang tak setel musik, namun penumpang menyebut pemerintah serakah.

“Kita ikuti aturan saja, sudah tiga harian ini kita tidak menyalakan musik selama di jalan,” kata seorang driver bus pariwisata di Sumbar, Dasril. (*)

Baca berita lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *